Kamis, 23 September 2021
28 C
Surabaya
More
    Jawa TimurPasuruanKerap Terjadi, Diduga Jadi Agenda Rutin PU Bina Marga Jatim

    Kerap Terjadi, Diduga Jadi Agenda Rutin PU Bina Marga Jatim

    PASURUAN (Warta Transparansi.com) – Lubang jalan yang mengangah di jembatan sungai Kedunglarangan, setidaknya telah sering mengakibatkan pengendara yang melintas terperosok.

    Seperti yang terjadi pada Rabu pagi (24/2/2021) sekitar pukul 05:00 Wib, sebuah truk sarat muatan terperosok dan secara otomatis membuat arus lalu lintas arah Pasuruan-Surabaya mengalami kemacetan panjang dan petugas mengalihkan arus dan memberlakukan sistem kontra flow, guna mengurai kemacetan panjang pada Rabu pagi (24/2/2021).

    Menurut Kasatlantas Polres Pasuruan AKP Andhika Lubis, saat dikonfirmasi atas hal tersebut, mengatakan,” kejadian itu sudah sekian kalinya terjadi dan kami juga telah sering kali berkoordinasi atau menginformasikan dengan pejabat atau instansi yang berwenang,”tegasnya.

    ” Sejatinya keadaan jembatan berlubang ini sudah sering diperbaiki, namun selalu dan selalu terjadi kasus yang sama yakni kembali berlubang. Entah apa sebenarnya yang terjadi, apakah pihak berwenang atas perbaikan jembatan tidak melakukan pengkajian atau mencari metode untuk mengatasi hal tersebut secara permanen, agar tidak lagi terjadi kejadian serupa. Untuk mengatasi agar tidak ada kemacetan lebih parah di lajur jalan Pasuruan-Surabaya atau sekitar TKP. Petugas mengalihkan kendaraan R4 atau lebih, dari arah Pasuruan ke Surabaya masuk exit tol Pier. Sedangkan yang sudah terjebak macet di wilayah Bangil, petugas dilapangan menerapkan sistem contra flow di jembatan kedunglarangan,”pungkas Bang Andhika sapaan akrab Kasatlantas Polres Pasuruan.

    Dari pantuan Warta Transparansi.com di TKP, setidaknya pada kejadian truk terperosok pada Rabu pagi (24/2/2021) ini, sangat membuat sibuk petugas dan imbasnya tak sedikit para karyawan menggerutu lantaran terlambat masuk kerja akibat terjebak kemacetan panjang.Hingga Rabu siang (24/2/2021) petugas berwenang yakni PU Bina Marga Propinsi Jatim selaku otoritas berwenang atas jalan dan jembatan di jalan poros nasional Surabaya-Banyuwangi tidak terlihat di lokasi atau melakukan langkah urgensi. Dari data yang berhasil didapat, kerusakan serupa di jembatan Kedunglarangan-Bangil itu sendiri sudah sering kali terjadi.

    Bahkan dari hasil wawancara salah satu pengguna jalan, sebut saja Amin (40) asal Pasuruan mengatakan.

    ” Kejadian jalan berlubang di jembatan ini sudah kerap kali terjadi dan dilakukan pembenahan oleh pihak terkait. Namun selalu saja hal serupa terjadi, kami koq jadi berasumsi bahwa kejadian ini sengaja dibuat seperti ini agar muncul anggaran perbaikan secara kontinyu.

    Sangat mustahil jika pihak terkait tidak memiliki cara atau metode untuk mengatasinya secara permanen dan tidak berulang-ulang,” tandas salah satu karyawan pabrik di wilayah Kecamatan Beji ini. (hen)

    Reporter : Henry Sulfianto
    Penulis :
    Editor :
    Redaktur :
    Sumber : WartaTransparansi.com

    KOMENTAR

    Berita Menarik Lainya

    Jangan Lewatkan