Rabu, 22 September 2021
33 C
Surabaya
More
    PendidikanSMKN Winongan Desain Ribuan Masjid Di Kabupaten Pasuruan

    SMKN Winongan Desain Ribuan Masjid Di Kabupaten Pasuruan

    PASURUAN (Wartatransparansi.com) – Potensi siswa SMKNegeri Winongan Pasuruan, jurusan Arsitek patut diapreasiasi. Pasalnya, SMA kejuruan ini memiliki kemampuan membuat desaian ribuan masjid di Pasuruan.
    Jurusan ini bahkan satu-satunya di Kota ataupun Kabupaten Pasuruan dan tak dimiliki oleh sekolah lain.
    Kepala SMKN Winongan, Evi Ristiana mengatakan, dalam istilah pendidikannya, jurusan arsitek ini dinamakan kelas Desain Pemodelan dan Informasi Pembangunan (DPIB).

    Total ada 6 rombel (rombongan belajar) atau 6 kelas, di mana masing-masing kelas berisikan antara 30-36 pelajar, dengan jumlah guru sebanyak 5 orang.

    “Banyak yang bilang kalau jurusan DPIB ini elit, karena ilmunya memang susah. Namanya juga arsitek,” kata Evi, saat ditemui di sekolahnya.

    Jurusan Arsitek ini sudah mulai ada sejak tahun 2004 dengan jumlah peminat yang masih sangat sedikit. Kata Evi, untuk memperkenalkan jurusan DPIB, rata-rata wali murid menganggap bahwa jurusan ini akan menjadikan anak sebagai pekerja bangunan.

    Baca juga :  Dipercaya Jadi Pusat Keunggulan, SMK KAL 2 Gelar Sosialisasi

    “Dikiranya jadi kuli bangunan. Kebanyakan beranggapan seperti itu. Nah lambat laun anggapan ini mulai berubah, dan kami terus melakukan sosialisasi sampai anak-anak yang baru lulus SMP menjadi tertarik,” jelasnya.

    Saat ini, jurusan DPIB menjadi kelas yang dibanggakan, lantaran diberlakukan mulai kelas X sampai XII. Hebatnya lagi, para pelajar SMKN Winongan ini sudah tiga tahun mendapat order untuk membuat desain masjid se-Kabupaten Pasuruan.

    “Alhamdulillah, mulai tahun 2018, waktu itu Ketua DMI Kabupaten Pasuruan, KH Yazid Manan menekan tanda MoU dengan kita untuk mendesain masjid-masjid di Kabupaten Pasuruan,” ucapnya.

    Hanya saja, masjid di Kabupaten Pasuruan mencapai ribuan. Dan hingga sekarang, para pelajar SMKN Winongan sudah selesai mendesain sebanyak 400 masjid. Dijelaskan Evi, meski pandemic, para pelajar bisa mengerjakan tugas atau order ini dari rumah maupun sekolah.

    Baca juga :  Dipercaya Jadi Pusat Keunggulan, SMK KAL 2 Gelar Sosialisasi

    “Karena ada edaran dari SKB 4 Menteri, khusus untuk kelas produktif, boleh menggelar tatap muka tapi dengan pengetatan jumlah dan protokol kesehatan. Jadi setiap hari ada 4 sampai 6 siswa yang datang ke sekolah untuk mengerjakan order ini,” tutup Evi.

    Di sisi lain, para pelajar di kelas DPIB bukan hanya dari warga timur Kabupaten Pasuruan saja, melainkan banyak yang berasal dari Kota Pasuruan.

    Salah satunya adalah Mukhammad Yafie, siswa kelas XII DPIB yang mengaku sudah mengerjakan berbagai macam desain untuk masjid, MA (Madrasah Aliyah), TPQ (Taman Pendidikan Al Qur’an) dan bangunan kelas di sekolahnya. Selama menjadi siswa, ia ingin mewujudkan mimpinya sebagai arsitek dan konsultan.

    Baca juga :  Dipercaya Jadi Pusat Keunggulan, SMK KAL 2 Gelar Sosialisasi

    “Pengen jadi arsitek sekaligus konsultan pembangunan gedung besar di Indonesia. Saya akan terus belajar sebaik mungkin di sini,” ungkapnya. (hms/kab)

    Reporter :
    Penulis :
    Editor :
    Redaktur :
    Sumber :

    KOMENTAR

    Berita Menarik Lainya

    Jangan Lewatkan