Jumat, 19 Juli 2024
31 C
Surabaya
More
    OpiniTajukKetua Umum Muslimat NU Terpapar Covid-19

    Ketua Umum Muslimat NU Terpapar Covid-19

    Oleh Djoko Tetuko – Pemimpin Redaksi WartaTransparansi

    Ketika tiga hari berturut-turut angka penambahan kasus positif terinfeksi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) cukup tinggi, walaupun berbagai terobosan dan inovasi secara bersama-sama melawan virus Corona, membuat Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, akhirnya terpapar juga.

    Gubernur Khofifah ketika data kasus positif terinfeksi Covid-19 Jatim tembus di atas 900 atau 935 dan tertinggi sejak Maret 2020, Ketua Umum PP Muslimat NU
    ini wanti-wanti agar masyarakat waspada. Tetapi tidak bisa dipungkiri bahwa pada saat itulah memutar otak memikirkan bagaimana cara mengerem dan mengendalikan sehingga segera kembali ke zona kuning
    atau zona hijau.

    Ketika itulah campuraduk antara pikiran kasus positif terinfeksi Covid-19 dengan berbagai persoalan, terutama upaya Jatim memecahkan rekor, dengan berbagai harapan segera memulihkan ekonomi lokal dan regional serta program Pemulihan Ekonomi Nasional,,imun (kekebalan tubuh) turun, sehingga saat swab reguler mingguan , dinyatakan positif terpapar Covid-19.

    Baca juga :  Ketika Pers Diguncang “Wartawan Judi Online”

    Sebagaimana tulisan Khofifah Indar Parawansa Ketua Umum Pengurus Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama di instagram pribadi, Sabtu (2/1/2020)
    “Berdasarkan hasil swab reguler mingguan, saya dinyatakan positif terinfeksi Covid-19. Tidak ada gejala yang saya rasakan. Saat ini, saya menjalani isolasi mandiri. Segala tugas perintahan tetap bisa saya koordinasikan bersama Wagub, Sekda, dan para OPD, Mohon doa, agar saya bisa segera sembuh dan beraktivitas seperti sedia kala”.

    “Kepada seluruh masyarakat Jawa Timur, saya mohon untuk tetap mematuhi protokol kesehatan. Jangan pernah menyepelekan virus ini. Semoga Allah SWT melindungi kita semua dan bangsa Indonesia. Aamiin”.

    Sebagaimana diketahui, data yang dikeluarkan Satgas Covid-19 Jumat (1/1/2021) menyebutkan bahwa Jawa Timur memberikan kontribusi penyebaran covid yang harus terus menerus diwaspadai. Delapan kabupaten/kota yang masuk zona merah itu diantaranya:

    Baca juga :  Ketika Pers Diguncang “Wartawan Judi Online”

    Tulungagung
    Bojonegoro
    Tuban
    Kota Malang
    Lumajang
    Kota Blitar
    Mojokerto
    Kota Madiun. Selebihnya 30 kabupaten/kota masuk zona orange dan zona kuning (0 Kab/Kota).

    Sedangkan jumlah terkonfirmasi Covid-19 tertinggi terjadi pada Kamis (31/12/2020), tercatat 935 kasus baru. Angka kumulatif sejak awal pada sekitar Maret tahun lalu sebanyak 84.152, kasus wafat dengan tambahan 65 menjadi 5.827 orang. Sebaliknya berhasil disembuhkan dengan tambahan 757 total menjadi 72.135 pasien.

    Data terbaru Jumat (1/1/2021) terkonfirmasi 887 kasus baru (85.039), jumlah wafat 73 (5.900), pasien sembuh 803 (72.938).

    Selama tiga hari pasien Covid naik turun dari 896, melonjakmenjadi 935, dan pada Jumat turun 48 kasus menjadi 887.

    Penyebaran kasus baru Covid-19 pada Jumat terjadi;
    175 kabupatenBlitar
    86 kab. Jember
    62 kota probolinggo
    55 kab. Tuban
    43 kab. Bangkalan
    41 kota Surabaya
    34 kota Malang
    33 kab. Kediri
    32 kab. Tulungagung
    30 kab. Jombang
    23 kab. Lamongan
    21 kab. Probolinggo
    20 kab. Bondowoso
    17 kab. Gresik
    16 kab. Bojonegoro
    16 kab. Malang
    15 kab. Pasuruan
    15 kab. Sidoarjo
    13 kab. Ponorogo
    13 kab. Lumajang
    12 kab. Pacitan
    11 kota Mojokerto
    11 kab. Pamekasan
    10 kab. Banyuwangi
    10 kab. Magetan
    10 kab. Nganjuk
    9 kota kediri
    9 kota Madiun
    9 kab. Sampang
    8 kab. Trenggalek
    6 kab. Ngawi
    5 kab. Madiun
    5 Kota Mojokerto
    5 kota Batu
    4 kota Pasuruan
    3 kab. Situbondo

    Baca juga :  Ketika Pers Diguncang “Wartawan Judi Online”

    Ketua tim kuratif gugus tugas Covid-19 Jatim Provinsi Dr. dr. Joni Wahyuhadi, dimana sehari hari selaku Direktur RSU Dr, Soetomo Surabaya menyebutkan, Pemprov Jatim, sudah tidak henti-hentinya menghimbau kepada masyarakat untuk selalu membentengi dirinya sendiri.

    Gubernur Jatim Khofifah bersama Pemprov Jatim beserta seluruh kabupaten/kota sudah berusaha optimal meningktakan 3T (testing, tracing, dan treatment). Bahkan sebagian besar masyarakat sudah berbudaya 3M (memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak), maka kesembuhan Ketua Umum Muslimat NU akan segera datang. “Setiap penyakit ada obatnya”. InsyaAllah Allah SWT segera menurunkan obat mujarab buat Khofifah Indar Parawansa. Aamiin.

    Penulis : Djoko Tetuko

    Sumber : WartaTransparansi.com

    COPYRIGHT © 2021 WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan