Kamis, 23 September 2021
28 C
Surabaya
More
    Pojok TransparansiCatatan Transparansi Akhir Tahun 2020 : Pilkada Masa Pandemi

    Catatan Transparansi Akhir Tahun 2020 : Pilkada Masa Pandemi

    Oleh Djoko Tetuko – Pemimpin Redaksi WartaTransparansi

    Pemilihan kepala daerah di masa pandemi sempat terjadi pro dan kontra, tetapi pemerintah dengan tegas menyatakan tetap dilaksanakan dengan protokol kesehatan.

    Tentu saja pada tahap awal menuai berbagai kritik konstruktif. Tapi karena istana sudah menyatakan sikap, maka Komisi Pemilihan Umum dan Kepolisian RI, menyiapkan berbagai peralatan pendukung untuk mensukseskan pesta demokrasi daerah terakhir. Sebab mulai 204 sudah menjadi “Pemilu Bersama”.

    Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) telah melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 di 270 daerah.

    Sekjen KIPP, Kaka Suminta mengatakan terjadi banyak dugaan pelanggaran di Pilkada yang berlangsung pada 9 Desember kemarin.

    Pihaknya pun terus melakukan update terkini mengenai dugaan pelanggaran tersebut.

    Namun yang menjadi perhatian pihaknya adalah naiknya tren politik dinasti, baik yang terkait dengan pemerintah pusat maupun daerah.

    “Calon dari keluarga petahana termasuk keluarga istana terjadi kenaikan,” kata Suminta saat On Air di Radio PRFM 107.5 News Channel, Minggu 13 Desember 2020.

    Pergelaran pesta demokrasi kerakyatan pemilihan daerah (Pilkada) 9 Desember 2020. Setelah suara dari istana, Presiden Joko Widodo sebagaimana dikemukakan juru bicara Fadjroel Rachman menyatakan bahwa Pilkada tetap jalan, karena belum ada kepastian Covid-19 kapan berakhir. Apalagi sejumlah negara seperti Singapura, Jerman, Prancis, dan Korea Selatan tetap menggelar Pemilu.

    Ilustrasi : 500 karya foto Pilkada Surabaya 2020

    Sementara masyarakat sipil termasuk ormas keagamaan terbesar di tanah air, Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah memberikan pernyataan supaya Pilkada ditunda sampai batas waktu aman dan nyaman, serta tidak mengkhawatirkan terhadap ancaman serangan virus Corona.

    Dalam diskusi daring (Webinar) yang diselenggarakan oleh Masyarakat dan Pers Pemantau Pemilu (Mappilu PWI) dengan tema “Menimbang Pilkada 2020 : Tetap 9 Desember 2020 atau Ditunda Demi Keselamatan Bersama” pada Kamis (24/9/2020).

    Kepolisian Republik Indonesia resmi menyatakan, tidak akan mengeluarkan ijin keramaian saat Pilkada 9 Desember 2020 mendatang. Demikian diungkapkan Irjen Pol Imam Sugianto saat menjadi salah satu nara sumber

    Ditegaskan bahwa Polri sudah berkirim surat baik ke polres Polda, Polres dan Polsek untuk tidak mengeluarkan ijin keramaian saat pilkada 9 desember 2020,Polri juga akan menindak tegas pelaku pelanggaran protokol kesehatan saat pilkada nanti.

    Secara nasional Pilkada berlangsung di 270 daerah terdiri atas (9 provinsi, 37 kota, dan 224 kabupaten). Alhasil, dari 16 Kabupaten dan 3 Kota di Jatim, menunjukkan bahwa pemilih ekstrem (seperti cuaca La Nina) mengalami anomali (penyimpangan) dari partai pendukung, lebih memilih figur pasangan calon (Paslon).

    Berbeda dengan pelaksanaan Pemilu 2019, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman mengungkap jumlah petugas penyelenggara pemilu total ada 894 petugas yang meninggal dunia dan 5.175 petugas mengalami sakit.

    “Ini yang banyak dijadikan diskusi di publik tentang jumlah petugas yang meninggal dan petugas yang sakit. Kami sudah menyelesaikan tugas dan tanggung jawab kita,” kata Arief dalam acara Refleksi Hasil Penyelenggaraan Pemilu Serentak 2019 dan Persiapan Penyelenggaraan Pemilihan Serentak 2020 di Kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (22/1/2020).

    Menurut dia, beban kerja di Pemilu 2019 cukup besar sehingga menjadi salah satu faktor banyak petugas yang sakit atau meninggal dunia.

    Semwntara itu, Pilkada di masa pandemi, justru belum ada laporan petugas wafat. Walaupun hal itu kemungkinan sangat kecil. Pertama, karena pelaksnaan Prokes. Kedua, kinerja lebih ringan. Dan ketiga, tekanan dari partai dan caleg dengan berbagai taktik dan strategi terfokus. Yang pasti Pilkada berlangsung dengan damai, walau ada riak-riak kecil sebagai bumbu politik. Apalagi memilih pemimpin daerah, memilih “Raja Kecil”.

    Sebagaimana dikutip dari rri.co.id bahwa Pilkada 2020 unik dan menarik. Khusus di Jatim dengan peta kekuatan berbeda, dengan hasil di luar perkiraan karena pemilih ekstrem.

    1. Pacitan
    Paslon, Indrata Nur Bayu Aji SS – Gagarin S.Sos, dengan dukungan (Demokrat 14, Golkar 9, Hanura 3, Nasdem 2, PKS 2. Jumlah = 28 kursi) menunjukkan hasil sangat signifikan dengan perolehan (226.741 / 74,9%)

    2. Ponorogo
    Paslon, H. Sugiri Sancoko SE MM – Hj Lisdyarita SH (PDI P 4, PAN 3, Hanura 1, PPP 1. Jumlah = 9 kursi) :(352.047 / 61,7%), mampu membalikkan keadaan dengan menggusur petahana Ipong Muchlissoni – Bambang Tri W, walaupun didukung 36 kursi dengan motor Nasdem dan PKB.

    Baca juga :  FlyDoc, Ambulance Terbang Indonesia

    Kekalahan petahana Bupati Ipong, merupakan salah satu penguasa tergusur ketika di atas kertas unggul segala-galanya.

    3. Trenggalek.
    HM Nur Arifin – Syah M. Natanegara (PDIP 9, Golkar 6, Demokrat 5, Gerindra 3, Hanura 2, PAN 2, PPP 1. Jumlah = 28 Kursi) : (260.164 / 68,2%), sebagai
    petahana (karena naik dari Wakil Bupati) HM Nur Arifin – Syab M Natanegara dengan dukungan 28 kursi mampu meraup 68 persen karena motor partai mapan PDIP, Partai Golkar dan Demokrat.

    4. Kab. Blitar
    Paslon, Rini Syarifah – H Rahmat Santoso SH, diluar dugaan menggusur petahana, dengan dukungan (PKB 9, PAN 7. Jumlah = 16 kursi) memperoleh (365.315 / 58,8% )

    Bupati petahana dengan 23 kursi dengan kekuatan besar PDIP tergusur. Padahal, Kabupaten Blitar merupakan kandang PDIP.

    5. Kab. Kediri
    Hanindhito Himawan Pramono – Dewi Maria Ulfa (PDIP 15, PKB 9, Golkar 6, Gerindra 5, PAN 5, Nasdem 4, Demokrat 3, PKS 1. Jumlah 47 kursi) : (590.317 / 76,5%)
    sebagaimana perkiraan mesin partai tidak mengalami kesulitan karena melawan kertas suara kosong, dengan perolehan kurang sigjifikan karena hanya mendapat dukungan kursi 47% atau setara 94 persen suara, ternyata hanya memperoleh dukungan 76, 5 persen.

    6. Kab. Malang
    Paslon, petahana menggantikan Bupati Rendra karena kasus dengan KPK. Drs H Sanusi MM – Drs H Didik Gatot Subroto SH MH dengan dukungan (PDI-P 12; Golkar 8; Nasdem 7; Gerindra 7; Demokrat 1; PPP 2; Jumlah = 37 kursi) setara dengan modal 70 persen lebih, termasuk wilayah atau daerah dengan mode baru. Dimana banyak pemilih ekstrem karena hanya memperoleh suara
    (532.805 / 44,2%)

    7. Jember
    Paslon, H Hendy Siswanto – M Balya Firjaun Hadiaman / Gus Firjaun dengan dukungan (NasDem 8, Gerindra 7, PKS 6, PPP 5, Demokrat 2, Berkarya / Tommy 1 Jumlah = 28 hanya mampu meraih suara (490.587 / 46,6%). Inilah anomali pemilih hanya mendukung figur, bukan fanatik pada partai pengusung.

    Sementara petahana dr Faida MMR – Dwi Arya Nugraha (jalur independen) walaupun sukses meraih 31,3 persen, gagal mengunggul Paslon dukungan partai.

    8. Banyuwangi
    Ipuk Fietandani Azwar Anas – H Sugirah S.Pd M.Si (PDIP 12, Gerindra 5, Hanura 2 kursi, PPP 4 kursi, Nasdem 5. Total = 28 kursi) : (438.946 / 52,6%)

    akhirnya persaingan “orang dalam” berakhir dengan kemenangan keluarga besar petahana, istri Azwar Anas, Ipuk Fietandani, menggunduli lawannya dengan memperoleh 52,6 persen atau selisih 5 persen.

    Tetapi, karena diduga ada pelanggaran bersifat Terstruktur Sistematik dan Masif (TSM), penetapan kemenangan masih menunggu putusan Mahkamah Konstitusi

    9. Situbondo
    Paslon, Drs Karna Soewandi MM – Hj Khoirani S.Pd MH (PPP 9, Demokrat 5, PDIP 4) = Jumlah 18 kursi : mampu membalikkan keadaan dengan memperoleh (200.608 / 53,0%)

    Perkembangan sampai detik terakhir Paslon Karna S – Khoirani dengan 18 kursi mampu memperoleh 53,0 persen atau selisih persis 5 persen dengan dukungan PKB.

    10. Sidoarjo
    Paslon, H Muhdlor Ali – H Subandi SH (PKB = 16 kursi) : akhirnya memenangkan dengan selisih suara sekitar 14 ribu dengan jumlah suara
    (387.688 / 39,8%)

    Pasangan anak muda Muhdlor Ali – Subandi dengan selisih 1,4 persen setara 13.985 suara unggul atas Paslon berpengalaman mantan anggota DPR RI dan politikus PBB.

    11. Mojokerto
    dr Ikfina Fatmawati M.Si – M Albarra Lc MHum dengan dukungan partai gurem (Nasdem 3, Gerindra 3, PKS 4, Demokrat 5, PAN 2, Hanura 2. Jumlah = 19 kursi) secara meyakinkan mampu menggiring pemilih ekstrem mencoblos fotonya hingga mampu memperoleh (404.805 / 65,2%)

    Pasangan anak muda Ikfina – Bara dengan 19 kursi mantab memperoleh 65,2 persen. Ini salah keruntuhan PDIP dan PKB di kandang. Hal ini menunjukkan bahwa pemilih ekstrem memang hampir merata dalam Pilkada 2020.

    12. Ngawi.
    Paslon, Ony Anwar Harsono SE MT – Dwi Riyanto Jatmiko MH M.Si (PDIP 20, Golkar 5, PKB 4, Gerindra 4, PKS 4, PAN 3, Nasdem 2, PPP 1, Hanura 1, Demokrat 1. Jumlah = 45 kursi) : (470.354 / 94,3%) , dengan dukungan 45 kursi, mantab dengan mengumpulkan suara 94,3 persen, sehingga signifikan dengan dukungan partai.

    13. Tuban
    Aditya Halindra Farodzky SH – H Riyadi SH dengan dukungan (Golkar 9, Demokrat 5, PKS 1, Total = 15 kursi) mampu memperoleh suara (423.212 / 60,0%) sekaligus mengembalikan kejayaan Golkar di Tuban.

    Baca juga :  FlyDoc, Ambulance Terbang Indonesia

    Lindra – Riyadi dengan dukungan 15 menggunakan kendaraan kekuatan lama Partai Golkar, secara mengejutkan memperoleh 60 persen. Juga semakin menguatkan bahwa pemilih ekstrem model baru dalam Pilkada 2020.

    14. Lamongan
    Paslon, refresentatif petahana, Yuhronur Efendy, MBA – Drs. KH. Abdul Rouf, M.Ag dengan dukungan (Gerindra 4, Golkar 6, Nasdem 1, Perindo 1, PPP 3, PAN 7, Hanura 1, Demokrat 9. Jumlah: 32 Kursi) hanya memperoleh suara (336.579 / 42,7%)

    Pemilih ekstrem menggembosi kekuatan petahana H Yuhronur Efendy, Sekda Lamongan, walaupun didukung 32 kursi hanya mampu mengumpulkan suara 42,7 persen. Unggul tetapi refresentasi partai pendukung kurang solid. Inilah potret pemilih ekstrem.
    Penetapan Paslon pemenang masih menunggu putusan Mahkamah Konstitusi

    15. Gresik
    Fandi Achmad Yani – Aminatun Habibah dengan dukungan (PDI-P 6, Golkar 8, PPP 3, PAN, 3, Demokrat 4, Nasdem, 5. Total = 29) terbukti menang tipis dengan perolehan suara (369.576 / 51,0%)

    Kekuatan petahana Muhammad Kosim, Wakil Bupati 2 periode diungguli Ketua DPRD, Fandi Achmad Yani dengan selisih 2 persen.

    16. Sumenep
    Ach. Fauzi SH MH – Hj. Dewi khalifah SH MH M.Pdi dengan dukungan (PDIP 5, Gerindra 6, PAN 6, PKS 2, PBB 1. Jumlah = 19 kursi) mampu menyeret pemilih ekstrem karena memilih kedekatan emosional figur. Alhasil mampu meraih suara (319.541 / 51,9%)

    PKB dengan mengusung putra daerah yang sukses di Pemprov Jatim berpasangan dengan ulama, gagal meraih suara tertinggi karena hanya mampu meraih 48,1 persen.

    17. Kota Blitar
    Drs H Santoso MPd – Ir Tjutjuk Sunario MM (PDI-P 10, Gerindra 2, PPP 3, Demokrat 2. Hanura 1 Jumlah 18 kursi) : (50.258 / 57,4%)

    PDIP kembali berjaya sekaligus menjadi pelipur lara dengan kekalahan di Kabupaten Blitar. Partai Islam PKB dan PKS walaupun sudah berjuang mengalami kegagalan, M dengan selisih hampir 15 persen.

    18. Kota Pasuruan
    KH Syaifullah Yusuf M.Si – Adi Wibowo SiP MP dengan dukungan (PKB 8, Golkar 7, PKS 3, PAN 2, PPP 1. Jumlah = 20 kursi) mampu memperoleh suara siginifikan (73.271 / 67,9%)

    Ketokohan dan kharismatik Gus Ipul (KH Syaifullah Yusuf) 2 periode Wakil Gubernur Jatim, mantan Menteri mampu mengungguli petahana Raharto Teno Prasetyo dengan perolehan sangat mantab 67,9 persen. Pertarungan figur dan pemilih ekstrem juga terjadi di Kota Pasuruan.

    19. Kota Surabaya
    Eri Cahyadi ST MT – Ir Armujdji MH dengan dukungan (PDIP 15 kursi, PSI 4 Kursi, Total = 19 Kursi ) mampu menjungkirbalikkan kekuatan partai pengusung MAJU dengan memperoleh suara (598.029 / 57,0%)

    Akibat pemilih ekstrem Machfud Arifin mantan Kapolda Jatim dan Timses Jokowi dengan refresentatif 31 kursi,?jika pemilih partai pendukung tidak ada anomali, semestnya bisa mengungguli putra mahkota Wali Kota Tri Rismaharini

    Penetapan Pilwali Surabaya dalam Pilkada serentak 9 Desember 2020 masih menunggu putusan Mahkamah Konstitusi sesuai tahapan.

    Sesuai tahapan Pilkada
    masih menunggu penetapan KPU Kabupaten/Kota dengan ketentuan, apabila tidak terjadi sengketa karena memiliki bukti kuat adanya pelanggaran TSMH (Terstruktur, Sistematik, Masif, dan Heboh).

    Berikut ini Hasil Pilkada 2020 di Jatim berdasar data SIREKAP KPU.

    1. Pacitan
    Indrata Nur Bayu Aji SS – Gagarin S.Sos (Demokrat 14, Golkar 9, Hanura 3, Nasdem 2, PKS 2. Jumlah = 28 kursi) :(74,9% / 226.741)
    Yudi Sumbogo – Isyah Anshori (PDIP 6, PKB 5. Jumlah = 11 kursi) : (25,1% / 76.077)

    2. Ponorogo
    H. Sugiri Sancoko SE MM – Hj Lisdyarita SH (PDI P 4, PAN 3, Hanura 1, PPP 1. Jumlah = 9 kursi) :(61,7% / 352.047)
    Drs. Ipong Muchlissoni – Bambang Tri Wibowo SH MM (Nasdem 10, PKB 8, Golkar 4, PKS 4, Gerindra 5, Demokrat 5. Jumlah = 36 kursi) : (38,3% / 218.073)

    3. Trenggalek
    Ir Alfan Rianto MTech – Zaenal Fanani SST MMT (PKB 11 Kursi, PKS 6 Kursi = 17 kursi) (31,8% / 121.536)
    HM Nur Arifin – Syah M. Natanegara (PDIP 9, Golkar 6, Demokrat 5, Gerindra 3, Hanura 2, PAN 2, PPP 1. Jumlah = 28 Kursi) : (68,2% / 260.164)

    4. Kab. Blitar
    Drs Rijanto MM – Marhaenis U W (PDIP 19, Demokrat 2, Nasdem 2. Jumlah = 23 kursi) : (41,2% / 255.591)
    Rini Syarifah – H Rahmat Santoso SH (PKB 9, PAN 7. Jumlah = 16 kursi): (58,8% / 365.315)

    Baca juga :  FlyDoc, Ambulance Terbang Indonesia

    5. Kab. Kediri
    Hanindhito Himawan Pramono – Dewi Maria Ulfa (PDIP 15, PKB 9, Golkar 6, Gerindra 5, PAN 5, Nasdem 4, Demokrat 3, PKS 1. Jumlah 47 kursi) : (76,5% / 590.317).
    2. .kolom kosong : 24,58 % (23,5% / 181.423).

    6. Kab. Malang
    Drs H Sanusi MM – Drs H Didik Gatot Subroto SH MH (PDI-P 12; Golkar 8; Nasdem 7; Gerindra 7; Demokrat 1; PPP 2; Jumlah = 37 kursi) : (44,2% / 532.805)
    Dra Hj Lathifah Shohib – Ir H Didik Budi Muljono. MT. M.Sc (PKB 12 kursi, Hanura 1 kursi (Total 13 Kursi) : (41,0% / 494.352)
    Heri Cahyono – Gunadi Handoko : (14,8% / 178.107)

    7. Jember
    dr Hj. Faida MMR – Dwi Arya Nugraha Oktavianto (Jalur perseorangan): (31,3% / 329.336)
    H Hendy Siswanto – M Balya Firjaun Hadiaman / Gus Firjaun (NasDem 8, Gerindra 7, PKS 6, PPP 5, Demokrat 2, Berkarya / Tommy 1 Jumlah = 28 kursi) : (46,6% / 490.587)
    Abdus Salam – Ifan Ariadna Wijaya. PDIP 7, PKB 8, Golkar 2, PAN 2, Perindo 2, Beringin Karya / Muchdi PR 1 = Jumlah 22 Kursi) : (22,2% / 233.459)

    8. Banyuwangi
    Yusuf Widiatmoko S.Sos – KH Muhammad Riza Azizay M.IEH/Gus Riza (PKB 8, Demokrat 6 Jumlah = 14 kursi) : (47,4% / 395.344)
    Ipuk Fietandani Azwar Anas – H Sugirah S.Pd M.Si (PDIP 12, Gerindra 5, Hanura 2 kursi, PPP 4 kursi, Nasdem 5. Total = 28 kursi) : (52,6% / 438.946).

    9. SItubondo
    Drs Karna Soewandi MM – Hj Khoirani S.Pd MH (PPP 9, Demokrat 5, PDIP 4) = Jumlah 18 kursi : (53,0% / 200.608)
    Ir H Yoyok Mulyadi M.Si – Drs H Abu Bakar Abdi Apt M.Si (PKB 13, Nasdem 1, PKS 2, Golkar 5. Hanura 1 Jumlah 22 kursi : (47,0% / 178.246)

    10. Sidoarjo
    Ir Bambang Haryo Soekartono – H Taufiqul Bar M.Si (Golkar, PKS, Demokrat, PPP = 11 Kursi) : (38,4% / 373.673)
    H Muhdlor Ali – H Subandi SH (PKB = 16 kursi) : (39,8% / 387.688)
    Kelana Aprilinanto SE – Dwi Astutik S.Ag M.Si (PDIP, PAN = 14 Kursi) : (21,9% / 212.977)

    11. MoJokerto
    dr Ikfina Fatmawati M.Si – M Albarra Lc MHum (Nasdem 3, Gerindra 3, PKS 4, Demokrat 5, PAN 2, Hanura 2. Jumlah = 19 kursi) : (65,2% / 404.805)
    Drs Yoko Priyono M.Si – Dra Choirun Nisa M.Pd (PPP 5, Golkar 6. Jumlah = 11 kursi) : (15,4% / 95.267)
    Pungkasiadi SH – Titik Masudah S.Ag (PDIP 9, PKB 10, PBB 1. Jumlah = 20 kursi) : (19,4% / 120.398)

    12. NgawI
    Ony Anwar Harsono SE MT – Dwi Riyanto Jatmiko MH M.Si (PDIP 20, Golkar 5, PKB 4, Gerindra 4, PKS 4, PAN 3, Nasdem 2, PPP 1, Hanura 1, Demokrat 1. Jumlah = 45 kursi) : (94,3% / 470.354)
    2. kolom kosong : (5,7% / 28.430)

    13. Tuban (100%)
    Khozanah SP MP – Muhammad Anwar (PKB 16 kursi, Nasdem 2 Kursi, Hanura 1 Kursi Total 19 Kursi) : (24,2% / 170.948)
    Aditya Halindra Farodzky SH – H Riyadi SH (Golkar 9, Demokrat 5, PKS 1, Total = 15 kursi) : (60,0% / 423.212)
    H Setiajid SH MM – Dr RM Armaya Mangkunegara SH MH (PDIP 5, PBB, 1, Gerindra 5, PPP 2, PAN, 3. Jumlah = 16 kursi) : (15,8% / 111.213)

    14. Lamongan
    Ir H Suhandoyo SP – Dra Astiti ( perorangan) : (37,5% / 296.667)Dr H Yuhronur Efendy, MBA – Drs. KH. Abdul Rouf, M.Ag (Gerindra 4, Golkar 6, Nasdem 1, Perindo 1, PPP 3, PAN 7, Hanura 1, Demokrat 9. Jumlah: 32 Kursi) (42,7% / 336.579)
    Dra. Hj. Kartika Hidayati, MM, M.HP – Sa’im, S.Pd. (PKB 10, PDI Perjuangan 8. Total: 18 Kursi) : (19,9% / 157.415)

    15. Gresik
    Mohammad Kosim – dr. Aslukhul Alif (PKB, 13, Gerindra, 8. Total: 21 kursi) : (49,0% / 355.404)
    Fandi Achmad Yani – Aminatun Habibah (PDI-P 6, Golkar 8, PPP 3, PAN, 3, Demokrat 4, Nasdem, 5. Total = 29) : (51,0% / 369.576).

    16. Sumenep
    Ach. Fauzi SH MH – Hj. Dewi khalifah SH MH M.Pdi (PDIP 5, Gerindra 6, PAN 6, PKS 2, PBB 1. Jumlah = 19 kursi) : (51,9% / 319.541)
    Drs Ir H RH Fattah Jasin MS – KH. Ali Fikri. SAg M.Pdi (PKB 10, PPP 7, Demokrat 7, Hanura 3, Golkar 0. Jumlah = 27 kursi) : (48,1/ 296.347)

    17. Kota Blitar
    Hendry Pradipta Anwar – M Yasin Hermanto SE (PKB 4, PKS 1. Jumlah = 5 kursi) : (42,6% / 37.360)
    Drs H Santoso MPd – Ir Tjutjuk Sunario MM (PDI-P 10, Gerindra 2, PPP 3, Demokrat 2. Hanura 1 Jumlah 18 kursi) : (57,4% / 50.258).

    18. Kota Pasuruan
    KH Syaifullah Yusuf M.Si – Adi Wibowo SiP MP (PKB 8, Golkar 7, PKS 3, PAN 2, PPP 1. Jumlah = 20 kursi) : (67,9% / 73.271)
    Raharto Teno Prasetyo – M. Hasyim (PDIP 2, Nasdem 1, Hanura 3, Gerindra 3. Jumlah = 9 kursi) : (32,1% / 34.676)

    19.Kota Surabaya
    Eri Cahyadi ST MT – Ir Armujdji MH (PDIP 15 kursi, PSI 4 Kursi, Total = 19 Kursi ) : (57,0% / 598.029)
    Drs Machfud Arifin SH – Mujiaman Sukirno (PKB 5 kursi, PAN 3, Gerindra 5, PPP 1, Demokrat 4, Nasdem 3, Golkar 5, PKS 5 Total = 31 kursi.) : (43,0% /451.323)..(*)

    Reporter :
    Penulis : Djoko Tetuko
    Editor :
    Redaktur :
    Sumber : WartaTransparansi.com

    KOMENTAR

    Berita Menarik Lainya

    Jangan Lewatkan