Rabu, 22 September 2021
33 C
Surabaya
More
    OpiniTajukTangkap Penghina Indonesia dengan Cerdas dan Profesional

    Tangkap Penghina Indonesia dengan Cerdas dan Profesional

    Oleh Djoko Tetuko – Pemimpin Redaksi WartaTransparansi.com

    Pada perubahan kedua pada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, sebagai hasil Sidang Tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat Tahun 2000 tanggal 7-18 Agustus 2000, di antaranya menyempurnakan dan mempertegas bahwa;

    Pasal 36A
    Lambang Negara ialah Garuda Pancasila dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika.

    Pasal 36B
    Lagu Kebangsaan ialah Indonesia Raya.

    Pembukaan UUD 1945 juga cerdas, tegas, jelas juga bernafas kebangsaan dalam kemajemukan dan berbangsa serta bernegara bersama masyarakat dunia

    Bahwa sesungguhnya Kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.

    Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentausa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan Negara Indonesia, yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

    Atas berkat rakhmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya.

    Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu Pemerintah Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah Kemerdekaan Kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar Negara Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia dan Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

    Baca juga :  BTPKLW Kecerdasan Pemerintah Memotivasi Kebangkitan Ekonomi

    Bahwa ada parodi atau karya kreasi warga negara Malaysia, menghina dan menginjak-injak harkat dan martabat Lambang Negara Garuda Pancasila dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika dan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, maka seluruh kekuatan bangsa dan negara, wajib membela baik dalam hubungan diplomatik maupun langkah lebih jauh, jika pemerintah Malaysia melakukan membiarkan atau tidak menindak dengan tegas.

    Sebagai warga negara Indonesia, maka wajib mengambil sikap cerdas, tegas dan tangkas dalam upaya bagian dalam pembelaan terhadap pertahanan dan keamanan negara, dalam hal harkat dan martabat Lambang Negara dan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya.

    Sebagaimana amanat Pasal 30 UUD 1945;
    (1) Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara.

    Baca juga :  Waspadalah! Kekuatan Kontingen PON Buram dan Performance Atlet Turun

    (2) Usaha pertahanan dan keamanan negara dilaksanakan melalui sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta oleh Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia, sebagai kekuatan utama, dan rakyat, sebagai kekuatan pendukung.

    (3) Tentara Nasional Indonesia terdiri atas Angkatan Darat, Angkatan laut dan Angkatan Udara sebagai alat negara bertugas mempertahankan, melindungi, dan memelihara keutuhan dan kedaulatan negara.

    (4) Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagai alat negara yang menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat bertugas melindungi, mengayomi, melayani masyarakat, serta menegakkan hukum.

    (5) Susunan dan kedudukan Tentara Nasional Indonesia, Kepolisian Negara Republik Indonesia, hubungan dan kewenangan Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia di dalam menjalankan tugasnya, syarat-syarat keikutsertaan warga negara dalam usaha pertahanan dan keamanan diatur dengan undang-undang.

    Baca juga :  Soekano, Megawati, Puan dalam Keajaiban dan Kalkulasi Politik

    Diketahui, beredar di media sosial parodi lagu ‘Indonesia Raya’ yang diduga dibuat oleh oknum warga Malaysia, jelas-jelas menghina bangsa Indonesia.

    “Saya sangat mengecam video yang memparodikan lagu kebangsaan Indonesia. Sebagai anak bangsa, saya pribadi merasa sangat tersinggung pada unggahan video parodi lagu Indonesia Raya itu,” kata Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, di Surabaya, Senin (28/12/2020).

    Video parodi itu awalnya diunggah oleh salah satu akun YouTube yang berlogo bendera Malaysia. Konten video tersebut menunjukkan gambar ayam berlambang Pancasila dengan latar warna seperti bendera Indonesia, merah putih.

    Tak hanya itu, video parodi juga menampilkan animasi dua anak yang terlihat sedang kencing. Aransemen lagu hampir sama dengan lagu Indonesia Raya, namun liriknya diubah. Pada lirik lagu di video itu berisi penghinaan kepada Indonesia. Lirik lagu juga menghina Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Proklamator sekaligus Presiden pertama RI, Soekarno.

    Ketua DPD RI bersama komponen Pejabat Tinggi Negara, Pejabat Negara dan kekuatan seluruh rakyat Indonesia, secara cerdas segera melakukan sikap dengan langkah sangat profesional dan proporsional, segera menangkap pelaku dan dalang di balik itu semua. (*)

    Reporter :
    Penulis : Djoko Tetuko
    Editor :
    Redaktur :
    Sumber : WartaTransparansi.com

    KOMENTAR

    Berita Menarik Lainya

    Jangan Lewatkan