Sabtu, 22 Juni 2024
28 C
Surabaya
More
    OpiniTajukEtalase Indonesia untuk Dunia, Sirkuit Mandalika bukan Sekedar Arena Balapan

    Etalase Indonesia untuk Dunia, Sirkuit Mandalika bukan Sekedar Arena Balapan

    Oleh Djoko Tetuko – Pemimpin Redaksi WartaTransparansi.com

    Sirkuit Mandalika dengan pemandangan perpaduan antara bukit, gunung dengan pantai nan indah menawan. Bagi Indonesia bukan sekedar arena balapan MotoGP atau World Superbike (WSBK). Tetapi lebih dari itu mempromosikan kekayaan alam Indonesia untuk dikunjungi warga dunia.

    Jadi bagi pemerintah pusat maupun perintah daerah, Nusa Tenggara Barat, menyelesaikan dengan segera atau super cepat dengan tetap memperhatikan kualitas arena balapan, merupakan keniscayaan. Apalagi anggaran Rp1,7 triliun sudah tersedia.

    Mengapa? Pembalap dunia dan penonton balapan dunia, insyaAllah akan dibuat takjub dengan pemandangan nan indah Mandalika, juga arena balapan dengan kelokan menantang. Sirkuit Mandalika seperti Etalase Indonesia untuk dunia.

    Bahkan, selain MotoGP, Sirkuit Mandalika juga akan menjadi salah satu tuan rumah pada ajang balap World Superbike (WSBK) musim 2021 mendatang.

    Pihak penyelenggara ajang balap WSBK telah merilis kalender sementara untuk kompetisi musim 2021 mendatang yang akan melombakan total sebanyak 13 seri balap.

    WSBK sendiri telah mencantumkan 12 seri namun satu seri terakhir atau seri ke-13 masih menunggu pengumuman lanjutan terkait waktu dan tempat penyelenggaraan.

    Belanda dengan Sirkuit Assen akan mendapatkan kehormatan sebagai seri pertama WSBK 2021 yang direncanakan akan digelar pada tanggal 23-25 April mendatang.

    Setelah merampungkan seri perdana di Belanda, WSBK akan berlanjut di Portugal dengan Sirkuit Estoril sebagai tuan rumah pada tanggal 7-9 Mei 2021.

    Namun demikain status Sirkuit Estoril sendiri masih subject to contract (STC) di mana masih akan ada pembahasan soal kontrak baru untuk musim depan.

    Selain Estoril, Portugal akan menggelar satu balapan WSBK lagi tepatnya pada seri kesembilan di Sirkuit Internasional Algarve, Portimao pada 1-3 Oktober.

    Total sebanyak sembilan seri akan berlangsung di benua Eropa sebelum akhirnya WSBK akan beralih ke Argentina dengan Sirkuit San Juan pada seri kesepuluh.

    Tindaklanjuti kunjungan kerja ke NTB pekan lalu, Selasa (1/12/2020), Ketua DPD RI menggelar rapat koordinasi (rakor) antara DPD RI, Menteri PUPR, Gubernur NTB dan ITDC. Rakor dimaksud untuk memastikan pembangunan Sirkuit Mandalika dan fasilitas pendukungnya dapat terbangun sesuai jadwal.

    Rakor ini penting, mengingat event MotoGP yang rencana digelar di bulan Oktober 2021, pihak Dorna sebagai lisensor akan datang ke Indonesia dua kali. Pertama di bulan Februari untuk melihat progress pembangunan Sirkuit, dan kedua, di bulan Juni untuk menentukan kelayakan Sirkuit dan fasilitas pendukungnya.

    Rakor yang digelar di rumah jabatan Ketua DPD RI itu diikuti Menteri PUPR M. Basuki Hadimoeljono, Gubernur NTB Zulkieflimansyah, Dirut ITDC Abdulbar M. Mansoer, Ketua Umum KADIN NTB Faurani dan sejumlah pejabat eselon I Kementerian PUPR dan para Kadis Pemprov NTB.

    Sementara Ketua DPD didampingi Ketua Komite III Sylviana Murni dan Wakil Ketua Komite II Bustami Zainudin dan Senator dapil NTB Sukisman.

    Ditambahkan LaNyalla, di tahun 2021 Indonesia mempunyai dua event internasional sport tourism, yaitu Piala Dunia Sepakbola U-20 dan MotoGP Series di Mandalika.

    LaNyalla menegaskan bahwa untuk event Piala Dunia U-20, FIFA sudah selesai melakukan verifikasi stadion. Di Jakarta, Palembang, Surabaya, Solo dan Bali. Nah sekarang tinggal Sirkuit Mandalika. Makanya harus dipastikan lulus verifikasi dari Dorna.

    Sementara itu, Gubernur NTB dalam paparannya menyampaikan beberapa hal yang mendesak untuk direalisasikan kepada Kementerian PUPR, terkait konektivitas dan infratruktur Mandalika.

    Di antaranya peningkatan jalan akses dari Pelabuhan Gili Mas menuju Mandalika, penambahan jalur jalan akses MotoGP dan penyediaan air baku Mandalika.

    Selain itu, ada dua pembangunan kawasan penunjang sebagai potensi ekonomi yang bisa dimaksimalkan. Yaitu pembangunan jalan daerah potensial di Kabupaten Sumbawa dan pengembangan infrastruktur di Kabupaten Bima ke Labuan Bajo.

    Olah karena itu, penyelesaian sesuai dengan jadwal verifikasi dari Dorna, tentu saja dengan mutu atau kualitas minimal sama dengan sirkuit dunia lainnya. Bahkan jika perlu di atas arena balap yang sudah ada. Dan jika semua terwujud dengan balapan dunia di Indonesia tahun 2021, maka itulah kebangkitan ekonomi dan pemulihan ekonomi nyata, setelah hantaman badai Corona. Ingat! Etalase akan menjadi kekuatan
    daya panggil luar biasa! (Bbs)

    Penulis : Djoko Tetuko

    Sumber : WartaTransparansi.com

    COPYRIGHT © 2020 WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan