Jumat, 14 Juni 2024
28 C
Surabaya
More
    OpiniTajukKorpri Harus Mengabdi sebagai Abdi Negeri

    Korpri Harus Mengabdi sebagai Abdi Negeri

    Oleh DjokoTetuko -Pemimpin Redaksi WartaTransparansi.com

    Memasuki usia 49 tahun, Korps Pegawai Negeri (Korpri) masih perbincangan masyarakat, terutama menyangkut etos kerja dan budaya kerja, masih sangat meragukan dalam pengabdian sebagai abdi negeri.

    Korpri adalah wadah untuk menghimpun seluruh Pegawai Republik Indonesia demi meningkatkan perjuangan, pengabdian serta kesetiaan kepada cita-cita perjuangan Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 bersifat Demokratis, Mandiri, Bebas, Netral, dan Bertanggung jawab.

    Korpri juga punya misi
    Meningkatkan kesejahteraan dan profesionalisme para anggotanya.
    Sebagai pengayom para anggotanya.

    Juga menjadi penyalur kepentingan para anggotanya.
    Sebagai mitra kerja yang aktif dalam proses pengambilan keputusan dan kebijaksanaan Instansi yang bersangkutan, sesuai dengan ketentuan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku

    Tentu saja dengan tujuan, terjaminnya
    perlindungan hak-hak Pegawai R.I. guna tercapainya ketenangan dan kelangsungan kerja dan usaha untuk meningkatkan taraf hidup, kecerdasan dan kesejahteraan Pegawai R.I. beserta keluarganya.
    Terhimpun dan bersatunya Pegawai R.I. untuk mewujudkan rasa setia kawan dan persaudaraan sesama Pegawai R.I.

    Baca juga :  Menjaga Marwah Bulan Besar (Dzulhijjah)

    Diketahui, Korpri lahir pada tanggal 29 November 1971 berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 82 Tahun 1971, sebagai wadah untuk menghimpun seluruh Pegawai Republik Indonesia

    Korpri merupakan organisasi yang anggotanya terdiri dari ASN, pegawai BUMN, BUMD serta anak perusahaan.

    Presiden Joko Widodo menyampaikan apresiasi atas semangat anggota Korpri yang di tengah situasi pandemi saat ini tetap menjalankan tugas pengabdian kepada negara.

    Di tengah kesulitan dan keterbatasan yang ada di tengah pandemi, Kepala Negara berharap agar hal itu tak menjadi penghalang bagi para ASN untuk dapat bekerja dengan sigap dan cepat.

    Diketahui, pesan Presiden Jokowi dalam menjalankan tugas dari negara pasti ditemui banyak kesulitan, pasti memiliki banyak keterbatasan. Namun, saya berharap kesulitan dan keterbatasan itu tidak menjadi penghalang bagi kita untuk dapat bekerja dengan sigap dan cepat untuk membantu mengatasi berbagai permasalahan baik di bidang kesehatan maupun ekonomi.

    Presiden dalam sambutannya secara virtual sebagaimana ditayangkan YouTube Sekretariat Presiden pada Minggu, 29 November 2020.
    menegaskan bahwa saat ini pemerintah harus terus mempercepat reformasi birokrasi dan struktural. Pandemi yang melanda saat ini memberi momentum perubahan fundamental dari cara-cara biasa menjadi cara-cara luar biasa.

    Baca juga :  Menjaga Marwah Bulan Besar (Dzulhijjah)

    Para birokrat kini harus terbiasa memanfaatkan teknologi. Era pandemi sekarang ini adalah momentum sebagian besar birokrat harus bekerja dari rumah, mempercepat transformasi digital, serta menjadikan aparat birokrasi lebih adaptif dan lebih terampil memanfaatkan teknologi dengan mengedepankan inovasi dan kreativitas.

    Selain itu, reformasi struktural sudah tidak bisa ditunda-tunda lagi. Regulasi yang rumit dan menghambat kreativitas kerja harus dipangkas dan disederhanakan. Kelembagaan pemerintahan yang gemuk, tumpang tindih, dan tidak efisien harus segera diintegrasikan.

    Jenjang eselonisasi yang panjang harus dapat dipangkas untuk mempercepat pengambilan keputusan. SOP yang panjang dan kaku harus dapat diringkas dan lebih fleksibel serta berorientasi pada hasil. Konsekuensinya, kompetensi SDM aparatur sipil negara harus menyesuaikan.

    Selain itu, Presiden Jokowi melanjutkan, aparatur sipil negara juga harus tetap menjalankan tugas kebangsaan. Keberadaan ASN di seluruh wilayah Indonesia sampai ke pelosok perbatasan negara dan pelosok desa merupakan simpul pemersatu bangsa yang selalu mengamankan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila, setia menjaga dan tunduk pada Negara Kesatuan Republik Indonesia, terus menjaga nilai-nilai bhinneka tunggal ika, serta menjaga nilai-nilai toleransi dan kerukunan.

    Baca juga :  Menjaga Marwah Bulan Besar (Dzulhijjah)

    Keberadaan ASN di seluruh wilayah Indonesia juga harus bekerja untuk memotori pembangunan di seluruh pelosok Indonesia, menyampaikan prioritas program pembangunan nasional kepada masyarakat, aktif dalam pendidikan masyarakat, memberikan teladan dalam kehidupan bermasyarakat, serta menjadi motor pembangunan dan perubahan, terutama untuk masyarakat di daerah-daerah pinggiran dan terpencil.

    Aparatur Sipil Negeri (ASN) yang merupakan nafas dan roh Korpri, dengan tugas berat di pundak mereka, seharusnya terus menjaga dan mengawal Pancasila. Menjaga dan mengawal kemajemukan bangsa.

    Dengan menjaga dan mengawal Pancasila, maka sebagai Korpri Pancasila dan ASN Pancasila akan senantiasa mengabdi sebagai abdi negeri. Mewujudkan kesejahteraan, kemakmuran dan keadilan di atas segala-galanya dengan kinerja maksimal. Melindungi segenap tumpah darah. Memperbaiki kinerja yang belum terwujud karena etos kerja dan budaya kerja sebagaian dari ASN. (*)

    Penulis : Djoko Tetuko

    Sumber : WartaTransparansi.com

    COPYRIGHT © 2020 WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan