Sabtu, 22 Juni 2024
31 C
Surabaya
More
    Jawa TimurMadiunDampak Covid-19, Madiun Sedang 'Panen' Ortu Membuang Bayi

    Dampak Covid-19, Madiun Sedang ‘Panen’ Ortu Membuang Bayi

    MADIUN (Wartatransparansi.com) – Pandemi Covid-19 memberikan dampak disemua sektor kehidupan, bahkan crisis moral.  Akhir akhir ini di Madiun makin sering terjadi kasus ditemukan bayi yang diduga dilakukan oleh orang tuanya sendiri.

    Kali ini penemuan bayi kembali terjadi di wilayah Madiun, Jawa Timur. Bayi mungil yang diduga baru dilahirkan tergeletak di lantai Pos Ronda, dan ditemukan seorang warga yang sedang jalan jalan menghirup segarnya udara pagi, Minggu (29/ 11). Sehari sebelumnya hal sama juga terjadi di Bengawan Madiun.

    Saat ditemukan Septi, warga setempat, di Pos Ronda Desa Tapelan, Kecamatan Balerejo, kondisi bayi yang mengenakan pakaian umumnya perlengkapan balita itu dalam kondisi kesehatan sangat lemah. Septi yang terperanjat, langsung melaporkan temuannya kepada warga hingga sampai ke tangan Babinsa setempat.

    Baca juga :  PPDB SMPN 8 Kota Madiun Diduga Terima Titipan Siswa dan Tolak Peserta Luar Kota

    Sertu Tumiran, anggota Babinsa setempat, bersama perangkat desa lain segera memboyong sosok tak berdosa itu ke Puskesmas Balerejo. Sebelum akhirnya, karena kondisi kesehatan, dirujuk ke RSUD Caruban, Madiun, agar mendapat perawatan dengan tenaga medis lebih memadai.

    Di tangan para medis dapat diketahui kondisi fisik dan kesehatan sang bayi. Bayi malang tersebut berjenis kelamin laki laki. Dengan berat badan 2,3 kilogram dan panjang 48 sentimeter.

    Dampak Covid-19, Madiun Sedang 'Panen' Ortu Membuang Bayi

    “Kondisi kesehatannya sangat lemah, hingga perlu bantuan alat pernafasan. Bayi ini belum lama dilahirkan,” tutur tenaga medis Puskesmas, seperti ditirukan Timus, anggota Tagana, kepada jurnalis.

    Ikhwal penemuan bayi lucu itu berawal saat Septi menggendong balitanya yang berusia 9 bulan, untuk jalan jalan menghirup udara pagi.

    Baca juga :  PPDB SMPN 8 Kota Madiun Diduga Terima Titipan Siswa dan Tolak Peserta Luar Kota

    “Jari tangan anak yang saya gendong kok selalu menunjuk nunjuk ke arah Pos Ronda. Setelah saya turuti, mendekat ke lokasi, saya kaget. Ternyata ada bayi tergeletak disitu,” ungkap Septi.

    Sementara kasak kusuk masyarakat setempat menduga, bayi tersebut sengaja dibuang kedua orang tuanya yang tak bertanggung jawab akibat hubungan gelap.

    Kasusnya kini masih dalam penyelidikan aparat kepolisian setempat. Polisi juga memintai keterangan sejumlah saksi, guna mengungkap siapa yang bertanggung jawab dalam kasus ini. (fin)

    Reporter : Bambang TW

    Sumber : WartaTransparansi.com

    COPYRIGHT © 2020 WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan