Sabtu, 22 Juni 2024
28 C
Surabaya
More
    OpiniTajukPenghargaan KASN kepada Pemprov Jatim Tinggal Stempel

    Penghargaan KASN kepada Pemprov Jatim Tinggal Stempel

    Oleh Djoko Tetuko – Pemimpin Redaksi Wartatransparansi

    Penghargaan dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur, memang bukan sekedar administrasi atau mengikuti beberapa prestasi rutin, tetapi provinsi paling ujung timur Pulau Jawa ini, memang mengukir prestasi gilang gemilang.

    Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di tengah-tengah tekanan pada masa pandemi Covid-19, masih memikirkan lembaga mencerdaskan dan memberi kesempatan meningkatkan kompetensi dan profesional, ASN dan seluruh anak bangsa di Jatim, bahkan nasional.

    Bertepatan dengan hari pahlawan, 10 November 2020, Gubernur Khofifah meresmikan Command Center dan International Training Class di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Jatim.

    Command Center ini diharapkan menjadi bank data pintar secara transparan potensi dan kemampuan SDM ASN di lingkungan Pemprov Jatim secara sistematis, profesional dan proporsional.

    Selain itu, Command Center diharapkan menjadi bank data menentukan kualifikasi
    ASN Pemprov Jatim. Itu berarti memberikan peluang setiap ASN mendapat kesempatan publikasi secara terbuka.

    Gubenrur Khofifah dalam hal ini turut menjaga martabat Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam meningkatkan kualitas SDM ASN (Aparatur Sipil Negara).

    Apalagi, menambah kekuatan informasi publik sebagai bagian dari motto kinerja “CETTAR”, meresmikan Gedung Command Center dan PPID (Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi), sekaligus melaunching Aplikasi Pengembangan Kompetensi Mandiri (Si Bang Kodir) ASN dan Puspa Raja (Pusat Pembelajaran Jarak Jauh).

    Selain itu, Gubernur Khofifah juga melaunching Open Space Training dan International Training Class di BPSDM Jawa Timur, Jalan Balongsari Tama Surabaya.

    Bahkan, Gubernur Khofifah selalu mengingatkan ASN, pentingnya merancang keuangan daerah secara CETTAR Cepat, Efektif/Efisien, Tanggap, Transparan, Akuntabel dan Responsif.

    Khusus kompetensi ASN yang dilengkapi dengan aplikasi-aplikasi penunjang yaitu, PAWON (Pelayanan Administrasi WI Online), e-Learning, e-Registrasi, SI-PEKAD (Penjadwalan Kediklatan), Si Bang Kodir (Pengembangan Kompetensi Mandiri).

    Selain itu, juga bertujuan untuk menjalankan fungsi sebagai pengelola dan penyampai dokumen yang dimiliki oleh badan publik sesuai dengan amanat UU 14/2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

    Sementara itu, Puspa Raja merupakan ruang broadcasting sebagai media untuk menyalurkan kreativitas serta inovasi Widyaiswara dalam menyampaikan materi pembelajaran dengan metode daring dan e-learning.

    Si Bang Kodir merupakan aplikasi berbasis android yang bisa diakses oleh setiap ASN melalui gawai. Aplikasi ini dibuat dalam rangka membantu proses Pengukuran Indeks Profesionalitas, dimana setiap ASN berhak mengikuti diklat pengembangan kompetensi sebanyak 20 JP (Per Ka. BKN Nomor 8 Tahun 2019), serta memberi kemudahan kepada seluruh ASN dalam melakukan pengisian serta penghitungan Jam Pelajaran yang telah berhasil ditempuh oleh ASN dalam waktu 1 tahun.

    Gubernur Khofifah juga menjelaskan, kualifikasi kompetensi ASN merupakan kebutuhan yang mendesak, sehingga ASN di lingkungan Pemprov Jatim dituntut harus dinamis, inovatif, kreatif, serta ada improvement di dalamnya. Terutama dalam membreakdown RKPD dan Nawa Bhakti Satya dalam program nyata yang bisa menjawab kebutuhan masyarakat.

    Selain itu, Gubernur Khofifah menyampaikan bahwa
    International Training Class Disiapkan Untuk Jatim Go Global. BPSDM dalam program ini merupakan inovasi yang disiapkan untuk menjadikan Jatim Go Global. Jatim bisa menularkan best practice kepada daerah lain atau negara lain.

    Dicontohkan, Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) ini bisa meningkatkan produktivitas budidaya sapi di Jatim. Bahkan BBIB menunjang swasembada daging di Jatim. Dalam hal ini Pemprov Jatim akan menjadi bagian penting melakukan sinergi dengan BBIB mengingat BBIB merupakan UPT Kementan.

    Dalam menjaga keseimbangan dan kepastian hukum masyarakat sebagai konsumen sebagai bagian dari kinerja berkeadilan ASN,
    Gubernur Khofifah, pada 12 November 2020, di Tranmart Cibubur, menerima penghargaan sebagai Pemerintah Daerah Peduli Perlindungan Konsumen Tahun 2020 oleh Kementerian Perdagangan, Agus Suparmanto, pada puncak Hari Konsumen Nasional (Harkonas) 2020.

    Selasa (24/11/2020)
    di Ruang Brawijaya, Kantor Gubernur Jatim di Jl. Pahlawan No. 110, Surabaya, Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono dari Komisioner KASN Sri Hadiati Wara Kustriani.

    Penghargaan atas Penilaian Sistem Merit dengan Predikat ‘Sangat Baik’. karena Pemprov Jatim membangun sistem Aparatur Sipil Negara (ASN) yang profesional dengan menerapkan Sistem Merit

    Sistem Merit sendiri merupakan kebijakan dan manajemen ASN berdasarkan kualifikasi, kompetensi, dan kinerja secara adil dan wajar tanpa membedakan faktor politik, ras, agama di lingkungan ASN seluruh Jawa Timur.

    Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono mengatakan, penghargaan yang diterima merupakan hasil pengukuran KASN terhadap delapan indikator Sistem Merit. Delapan indikator tersebut yakni perencanaan kebutuhan, pengadaan ASN, perencanaan karier dan keempat promosi dan mutasi, manajemen kinerja, penggajian, penghargaan dan disiplin, perlindungan dan pelayanan serta sistem informasi.

    Pemprov Jatim sebagaimana catatan di atas, telah membangun dan mengembangkan potensi ASN begitu terbuka dengan berbagai wadah maupun kesempatan membuat prestasi. Karenanya, penghargaan atas Penilaian Sistem Merit dengan Predikat ‘Sangat Baik’, Sesunggunya tinggal stempel saja. Mengapa? Karena Pemprov Jatim sudah melangkah lebih jauh dari itu.

    Penulis : Djoko Tetuko

    Sumber : WartaTransparansi.com

    COPYRIGHT © 2020 WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan