Jumat, 14 Juni 2024
29 C
Surabaya
More
    OpiniTajukJatim Jadi Percontohan Percepatan Pembangunan sebuah Keniscayaan

    Jatim Jadi Percontohan Percepatan Pembangunan sebuah Keniscayaan

    Oleh Djoko Tetuko – Pemimpin Redaksi WartaTransparansi

    Provinsi Jawa Timur menjadi percontohan nasional dalam percepatan pembangunan nasional sudah menjadi sebuah keniscayaan. Mengingat provinsi paling ujung timur Pulau Jawa ini terbukti mampu beberapa kali melakukan terobosan dalam menguatkan sarana prasarana, bahkan mendapat sejumlah penghargaan nasional.

    Senin (23/11/2020, saat membuka FGD di Kantor Gubernur Jatim, Surabaya, Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti menyampaikan keinginan agar Provinsi Jatim bisa jadi contoh bagi daerah lain dalam hal percepatan pembangunan nasional .

    Focus Group Discussion (FGD)
    DPD kali ini mengambil tema ‘Peran DPD Dalam Implementasi Percepatan Perpres Nomor 80 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Kawasan di Jawa Timur’.

    FGD juga mengambil sub tema yang lebih spesifik, yakni membedah potensi Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dalam pelaksanaan Perpres tersebut.

    LaNyalla bahkan menegaskan, DPD RI ingin menjadikan Jawa Timur sebagai benchmark atau percontohan bagi daerah lain. Bagaimana percepatan pembangunan dapat dilaksanakan di daerah.

    Pemprov Jatim dengan kepemimpinan
    Gubernur Khofifah sangat pantas menerima tantangan menjadi percontohan percepatan pembangunan, mengingat selama hampir 2 tahun memimpin Provinsi Jawa Timur, mampu mewujudkan program nyata dan penguatan kondisi ekonomi Jatim, juga keamanan dan permasalahan di tengah masa pandemi Covid-19, tetap kondusif. Sebuah catatan prestasi bergengsi.

    Sekedar catatan prestasi, Senin (10/11/202) bertepatan dengan hari pahlawan, Gubernur Khofifah meresmikan Command Center dan International Training Class di BPSDM Jatim.

    Command Center ini diharapkan menjadi bank data pintar secara transparan potensi dan kemampuan SDM ASN di lingkungan Pemprov Jatim secara sistematis, profesional dan proporsional.

    Baca juga :  Menjaga Marwah Bulan Besar (Dzulhijjah)

    Selain itu, Command Center diharapkan menjadi bank data menentukan kualifikasi
    ASN Pemprov Jatim. Itu berarti memberikan peluang setiap ASN mendapat kesempatan publikasi secara terbuka.

    Gubenrur Khofifah dalam hal ini menjaga Marwah Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam meningkatkan kualitas SDM ASN (Aparatur Sipil Negara).

    Apalagi, menambah kekuatan informasi publik sebagai bagian dari motto kinerja “CETTAR”, meresmikan Gedung Command Center dan PPID (Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi), sekaligus melaunching Aplikasi Pengembangan Kompetensi Mandiri (Si Bang Kodir) ASN dan Puspa Raja (Pusat Pembelajaran Jarak Jauh).

    Selain itu, Gubernur Khofifah juga melaunching Open Space Training dan International Training Class di BPSDM Jawa Timur, Jalan Balongsari Tama Surabaya.

    Catatan kinerja Gubernur Khofifah, pada masa pandemi Covid-19 membuat gebrakan “Lumbung Pangan Jatim”, melakukan kampanye “Kampung Tangguh”, mengingatkan transparansi keuangan penggunaan anggaran APBD dan tanggung jawab keuangan lainnya.

    Gubernur Khofifah selalu mengingatkan ASN, pentingnya merancang keuangan daerah secara CETTAR Cepat, Efektif/Efisien, Tanggap, Transparan, Akuntabel dan Responsif.

    Gubernur
    Khofifah juga pada HUT ke-75 Jatim, menyampaikan pidato berkaitan dengan (1) upaya mensukseskan
    proses pemilihan kepala daerah (Pilkada), (2) merapatkan barisan untuk mencapai target kualitatif dan kuantitatif Nawa Bhakti Satya, (3) konsistensi dan kesiapsiagaan penuh dalam mengatasi dampak Pandemi Covid-19, dan (4) menjadikan Jawa Timur tetap aman dan kondusif.

    Gubernur Khofifah bersama Wakil Gubernur Emil, konsisten menjaga dan mengawal “Nawa Bhakti Satya” (1) Jatim sejahtera (2) Jatim kerja (3) Jatim cerdas dan sehat (4) Jatim akses (5) Jatim Diniyah (6) Jatim agro (7) Jatim berdaya (8) Jatim amanah, dan (9) Jatim harmoni, dalam memberikan kontribusi positif dari Jatim untuk nasional.

    Baca juga :  Menjaga Marwah Bulan Besar (Dzulhijjah)

    Khusus kompetensi ASN yang dilengkapi dengan aplikasi-aplikasi penunjang yaitu, PAWON (Pelayanan Administrasi WI Online), e-Learning, e-Registrasi, SI-PEKAD (Penjadwalan Kediklatan), Si Bang Kodir (Pengembangan Kompetensi Mandiri).

    Selain itu, juga bertujuan untuk menjalankan fungsi sebagai pengelola dan penyampai dokumen yang dimiliki oleh badan publik sesuai dengan amanat UU 14/2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

    Sementara itu, Puspa Raja merupakan ruang broadcasting sebagai media untuk menyalurkan kreativitas serta inovasi Widyaiswara dalam menyampaikan materi pembelajaran dengan metode daring dan e-learning.

    Si Bang Kodir merupakan aplikasi berbasis android yang bisa diakses oleh setiap ASN melalui gawai. Aplikasi ini dibuat dalam rangka membantu proses Pengukuran Indeks Profesionalitas, dimana setiap ASN berhak mengikuti diklat pengembangan kompetensi sebanyak 20 JP (Per Ka. BKN Nomor 8 Tahun 2019), serta memberi kemudahan kepada seluruh ASN dalam melakukan pengisian serta penghitungan Jam Pelajaran yang telah berhasil ditempuh oleh ASN dalam waktu 1 tahun.

    Gubernur Khofifah juga menjelaskan, kualifikasi kompetensi ASN merupakan kebutuhan yang mendesak, sehingga ASN di lingkungan Pemprov Jatim dituntut harus dinamis, inovatif, kreatif, serta ada improvement di dalamnya. Terutama dalam membreakdown RKPD dan Nawa Bhakti Satya dalam program nyata yang bisa menjawab kebutuhan masyarakat.

    Baca juga :  Menjaga Marwah Bulan Besar (Dzulhijjah)

    Selain itu, Gubernur Khofifah menyampaikan bahwa
    International Training Class Disiapkan Untuk Jatim Go Global. BPSDM dalam program ini merupakan inovasi yang disiapkan untuk menjadikan Jatim Go Global. Jatim bisa menularkan best practice kepada daerah lain atau negara lain.

    Dicontohkan, Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) ini bisa meningkatkan produktivitas budidaya sapi di Jatim. Bahkan BBIB menunjang swasembada daging di Jatim. Dalam hal ini Pemprov Jatim akan menjadi bagian penting melakukan sinergi dengan BBIB mengingat BBIB merupakan UPT Kementan.

    Pada kesempatan yang sama, BPSDM Jatim menerima Sertifikat Sistem Manajemen Mutu (SMM) ISO 9001 : 2015. Gubernur Khofifah juga melakukan penanaman pohon di lingkungan BPSDM Jatim.

    Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Kamis (12/11/2020) di Tranmart Cibubur, menerima penghargaan sebagai Pemerintah Daerah Peduli Perlindungan Konsumen Tahun 2020 oleh Kementerian Perdagangan, Agus Suparmanto, pada puncak Hari Konsumen Nasional (Harkonas) 2020.

    Catatan prestasi Jatim dengan berbagai upaya, mempercepat sarana dan prasarana pembangunan di segala bidang termasuk rencana
    KPBU dapat diakses dan dijalankan di daerah, khususnya di Jawa Timur.

    LaNyalla sebagai senator dari Jatim, Gubernur Khofifah dengan kesungguhan melakukan percepatan di sarana dan prasarana pendukung, termasuk memberikan perlindungan terhadap konsumen, merupakan modal sangat penting menjadi percontohan.

    Diketahui, dalam Perpres 80 Tahun 2019, sumber pendanaan proyek-proyek strategis nasional dengan jelas disebutkan berasal dari beberapa sumber. Di antaranya APBD dan APBN, BUMD dan BUMN, Swasta Murni, dan KPBU.

    Kita tunggu Jatim menjadi lokomotif perubahan menuju percepatan pembangunan nasional dari daerah. Menjadi kebangkitan ekonomi nasional, sekaligus pemulihan ekonomi nasional dari berbagai sektor. Utamanya pemerataan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat secara menyeluruh. Semoga!

    Penulis : Djoko Tetuko

    Sumber : WartaTransparansi.com

    COPYRIGHT © 2020 WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan