PASYRUAN (WartaTransparansi.com) – Tensi politik jelang pelaksanaan Pilkada Pasuruan Kota yang tak kurang dari tiga pekan kedepan semakin memanas. Para calon terus bergerak mencari simpati publik, guna mendulang suara rakyat sebanyak-banyak.

Suasana tersebut tampaknya dipergunakan oleh sejumlah oknum untuk membuat keadaan menjadi choas, yakni dengan menyebarkan hasil scor debat calon yang dirasa sangat menyesatkan.

Dari pantuan Wartatransparansi.com, pasca debat calon walikota dua hari lalu. Masyarakat Pasuruan kota dikejutkan dengan tersebarnya hasil atau scor debat, yang diunggah pada dunia maya. Dimana dalam scor debat yang dikeluarkan oleh Penilai Tim Ahli, Koalisi Pemantau Pemilu Indonesia. Paslon nomor urut satu Gus Ipul – Mas Adi (Giat) mendapatkan scor 510, sedangkan paslon nomor dua Teno-Hasjim (Tegas) hanya mendapatkan 194 poin. Tak hayal hasil scor yang menggunakan logo KPU, mendapat kecaman dari sejumlah pihak, utamanya dari tim pemenangan paslon dua yakni Tegas (Teno-Hasjim).

Menurut Ketua KPU Kota Pasuruan saat dikonfirmasi, mengatakan,” hasil scor tersebut bukan produk kami,” tegasnya.

” Sangat ngawur dan merupakan tindakan yang tak bertanggung jawab. Kami (KPU Kota Pasuruan) tidak pernah dan tidak diperbolehkan membuat scor hasil debat paslon. KPU hanya akan mempublikasikan hasil pemungutan suara, selain itu tidak,” ungkap Royce Diana Sari.

Dilain tempat, Ketua Bawaslu Kota Pasuruan Anas Muslimin, Jumat sore (20/11/2020),” atas hal itu kami Bawaslu Kota Pasuruan bersama KPU, Kejaksaan dan Kepolisian (Gakkumdu) masih melakukan kajian secara mendalam.

Jika dalam hasil kajian nantinya ditemukan adanya pelanggaran pidana pemilu, maka Gakkumdu akan mengambil langkah selanjutnya. Intinya saat ini kami (Gakkumdu) masih mengkaji dan kami memohon waktu untuk menindaklanjuti permasalahan ini,” ujar Anas melalui sambungan telepon selularnya.

Sementara itu, pihak tim relawan paslon Tegas yang merasa sangat dirugikan atas munculnya hasil scor tersebut menegaskan.

“Kami sangat dirugikan dengan munculnya hasil scor abal-abal (hoax)tersebut. Seolah-olah dan menjadikan paslon Tegas (Teno-Hasjim) tidak memiliki intelektual atau berpendidikan sama sekali, di mata masyarakat. Selain itu hasil scor hoax yang tersebar, bisa kami asumsikan sebagai kampanye hitam dari sejumlah orang yang tidak bertanggung jawab dan diduga kuat akan membuat kondisi Pilkada Kota Pasuruan tidak kondusif (choas).

Untuk itu kami relawan paslon Tegas bersama tim hukum, segera melaporkan hal ini pada unit cyber crime Polres Pasuruan Kota,” tukas Kusuma Totok. (hen)