“Ada kondisi yang tidak kondusif baik di internal dan eksternal PDAM,” ujar Wiyono Senin (16/11/2020).
Lebih lanjut dijelaskan kami sangat prihatin sekaligus merasakan adanya penggiringan opini di media sosial terkait buruknya pelayanan PDAM Lawu Tirta.
Satu sisi kami sebenarnya sangat menerima kritik yang sifatnya membangun tapi sangat disayangkan setiap ada suksesi kepemimpinan di PDAM Lawu Tirta kritik itu seakan sudah diskenariokan sehingga menyudutkan kami yang bekerja dilapangan.
Penggiringan opini ini dilakukan olmereka yang ingin memperkeruh keadaan dan mengambil keuntungan. Selain itu i suksesi di Direksi PDAM bisa di buka 2 lowongan Dirum dan Dirtek sehingga tidak timbul management konflik sekaligus bisa menghemat dari sisi anggaran sehingga kami bisa lebih fokus dalam melayani masyarakat pelanggan PDAM Lawu Tirta.
Sementara itu Bupati Magetan Suprawoto yang dikonfirmasi mengatakan sampai hari belum menerima surat pengunduran diri Dirtek PDAM. Dijelaskan Bupati Suprawoto jika surat lewat administrasi tata usaha mestinya. Kemudian surat masuk didisposisi Sekda langsung ke OPD ato Bu wakil Bupati dan baru ke saya sebagai Bupat.
“Baru saja saya telpon dirut PDAM Lawu Tirta dan benar ada pengunduran diri dari Dirtek,” ungkap Suprawoto.
Lebih lanjut Suprawoto mengatakan setelah dikonfirmasi media WartaTransaparansi baru mendapat laporan dari dirut baru saja saya telpon.
Dan memang betul yang bersangkutab benar mengundurkan diri secara baik2.” Ya kalau mundur nanti saya akan rapatkan dengan Dewas,”pungkas Bupati Suprawoto.(rud/sal)