Wisata Desa “Bukit Nirwana” Pujon Kidul

Tamasya menikmati pemandangan alam pegunungan dan perbukitan dengan suasana nyaman, aman, sederhana, bahkan memukau. Wisata Desa “Bukit Nirwana” Pujon Kidul menjadi salah satu pilihan wisatawan lokal maupun wisatawan asing.

Apalagi di sekitar lokasi wisata dengan penataan sangat mengesankan, bahkan memukau karena memoles potensi alam menjadi ikon wisata desa sangat menakjubkan karena menyulap bukit menjadi lokasi wisata dengan berbagai fasilitas membuat mata “terhipnotis”.

Apalagi kemampuan menghipnotis setiap pengunjung dengan biaya masuk murah meriah, dengan tetap mendapat voucher untuk ditukar dengan makanan sesuai pesanan. Membayar uang tiket Rp 10 ribu, mendapat voucher Rp 5 ribu, ketika membeli makanan khas Malang Raya, bakso, dawet dan minuman sesuai potensi alam, bisa membayar sebagain dengan voucher.

Hipnotis Bukit Nirwana, ketika naik dengan sentuhan pembangunan begitu sederhana dan nyaman untuk siapa saja. Saat di atas bukit bisa berfoto dengan latar belakang beberapa bukit termasuk bukit Kawi. Bahkan beberapa lokasi foto dengan latar belakang seperti di langit, di dekat kota, dan naik perahu di atas bukit.

Bahkan kebutuhan air dan air mancur buatan, juga mampu disulap di atas Bukit Nirwana, termasuk kolam-koma dengan titian dari kayu dan bambu.

Setelah menikmati Bukit Nirwana masih banyak pilihan,
dengan jalan berkelok juga pemandangan menyegarkan dan menyehatkan karena begitu asri. Ada Coban Rondo (air terjun dengan pemandangan sangat menakjubkan).

Masih di desa wisata sederhana, sudah ada lebih dahulu “Cafe Sawah” dan beberapa lokasi wisata sangat menarik perhatian, indah dan menawan.

Setelah itu, sebelum meninggalkan Kota Batu, hampir dulu ke alun-alun kota Batu, dengan ikon “keranjang berputar” dengan berbagai pernik menyenangkan sebagai sebuah kenikmatan, juga berbagai kuliner khas Malang Raya dengan harga terjangkau. Bahkan tidak berlebihan jika menikmati paling tidak 1-2 jam.

Potret pelayanan profesional sebagai wisata desa, juga dapat menghilangkan kepenatan dan kesibukan melelahkan.

Apalagi, di jalan-jalan protokol dan perempatan ada petugas berdasi membantu mengarahkan lalu lintas kendaraan bermotor, juga memberitahukan fasilitas di masing-masing lokasi tempat wisata.

Sayang hanya di desa Pujon Kidul saja, di lokasi lain bagian dari wilayah sekaligus akses menuju lokasi wisata Pujon Kidul belum ditata dan diatur sedemikian rupa.

Nuriya Maslahah (25) salah satu pengunjung di Bukit Nirwana mengatakan, sangat senang menikmati lokasi puncak Nirwana karena dikelilingi bukit Kawi dan beberapa bukit juga bisa melihat keindahan kota Batu dari ketinggian.

“Kalau malam pasti gemerlap lampu akan terlihat sangat indah,” kata Nuriya,” katanya Minggu (11/10/2020).

Sedangkan pengunjung yang penegakan mengunjungi Cafe Sawah, saat ditemui di lokasi parkir mengatakan, bahwa keindahan Cafe Sawah tempatnya luas dan indah, apalago kalau semakin sore semakin indah. “Saya sudah tiga kali ke Cafe Sawah,” ujar Rofiqil Huda.

Soal polisi desa, menurut Rofiq, itu salah satu kenyamanan pengunjung karena keamanan dan ketertiban dijaga dengan baik. Wisata desa Pujon Kidul sebuah keindahan dan kenyaman. Mari menikmati ciptakan Tuhan Semesta Alam dengan penuh kearifan.

“Alhamdulillah bisa mendapatkan udara segar dengan alamat sangat menyehatkan, juga suasana sederhana,” kata Kurnia Yuli Husna, guru TPQ dari Sidoarjo.

Di alun-alum Batu lebih nikmat jika bisa naik keranjang berputar. Dan dari ketinggian bisa melihat suasana sekitar dan udara dingin menyegarkan juga menyehatkan. (JT)