Foto: Aji Santoso

SURABAYA (WartaTransparansi.com) — Penundaan liga 1 yang seharusnya dimulai Kamis (1/10/20) berdampak kepada seluruh stakeholder sepak bola Indonesia. Persebaya yang sudah mempersiapkan tim jelang lawan Barito Putera, Minggu (4/10) nanti terpaksa harus mengubah rencananya.

Bahkan Aji Santoso sempat membatalkan latihan yang sudah diagendakan. Padahal pelatih Persebaya tersebut telah membuat jadwal latihan sepekan. Meski begitu Aji mengaku tidak masalah dengan penundaan kick-off kompetisi. Sebagai pelatih menyesuaikan jadwal latihan sudah menjadi kewajiban.

Fokusnya hanya membawa anak asuhnya mencapai peak performance saat berlaga. “Dampak untuk tim ini tentunya ada, karena kita sudah fokus untuk bertanding tanggal empat dan persiapan sudah tahap final. Yang pasti kami mengikuti saja keputusannya,” jelasnya.

Eks pelatih timnas Indonesia tersebut menambahkan, justru timnya diuntungkan dengan mundurnya extraordinary competition Shopee Liga 1 ke bulan depan. Karena sebelum mengumpulkan pemain di awal bulan September, Aji sempat berujar bahwa dirinya membutuhkan waktu dua bulan agar persiapan tim lebih optimal.

Selain itu, kapten Persebaya musim 1997/1998 tersebut berharap adanya pembenahan dalam protokol kesehatan jika liga kembali bergulir. Aji menuntut kejelasan dari PSSI maupun PT LIB terkait mitigasi dan penanganan apabila muncul kasus konfirmasi seperti yang sedang dialami Persebaya saat ini.

“Tentunya jika kompetisi ini berlanjut ya harus benar-benar aman. Dalam artian protokol kesehatan tingkat tinggi harus dilaksanakan, karena bagaimanapun ini berurusan dengan jiwa,” harap Aji.

“Dara awal juga sudah saya sampaikan, jika memang ada positif seperti yang terjadi di Persebaya ini penanganannya dan tanggapannya dari federasi maupun LIB,” pungkasnya. (sr)