Senin, 12 April 2021
26 C
Surabaya
More
    TajukKetika Kalkulasi Politik MA Menuai Angin Ribut

    Ketika Kalkulasi Politik MA Menuai Angin Ribut

    Oleh : Djoko Tetuko – Pemimpin Redaksi WartaTransparansi.com

    Percaturan politik memang selalu memunculkan kemenangan dan kekalahan, kekecewaan dan kepuasan, bahkan badai, angin ribut, angin mamiri sampai angin surga.

    Kali ini, kalkulasi politik
    Mahfud Arifin (MA) dengan memilih Bakal Calon Wali Kota, Mudjiaman sebagai pendamping dalam Pilwali Surabaya 9 Desember mendatang, menuai angin ribut.

    Keributan paling kecil disuarakan 31 Pengurus Kecamatan (PK) Partai Surabaya, dimana mengaku sangat kecewa. Kekecewaan ini ibarat angin ribut, tergantung bagaimana cara meredam angin ini, sebab jika angin ribut dibiarkan dan tidak diantisipasi, maka tidak tertutup kemungkinan akan menjadi badai.

    Dalam kalkulasi politik, jika sudah diamuk badai dalam pergulatan perebutan kekuasaan, maka tidak akan menguntungkan. Bahkan bisa merugikan.

    Baca juga :  Pancasila Potret Toleransi Kemajemukan Beragama

    Bahwa pilihan MA jatuh pada Mudjiaman, seorang Dirut PDAM Surabaya, bukan calon pilihan dari kader . Tetap itu sah-sah saja.

    Tetapi Golkar mengajukan nama Gus Hans (Kiai Zahrul Azhar As’ad).setelah melakukan penjaringan dari bawa.

    Wakil Golkar Surabaya kepada Senin (24/8/2020) sudah menyatakan kekecewaan. Padahal selama ini back up perjalanan keluar masuk kampung atau blusukan MA, lebih banyak ditopang kader Partai Golkar.

    Reporter :
    Penulis : Djoko Tetuko
    Editor :
    Redaktur :
    Sumber : WartaTransparansi

    Komentar

    guest
    0 Komentar
    Inline Feedbacks
    View all comments

    Berita Menarik Lainya

    Terkini

    Jangan Lewatkan