Rabu, 24 Juli 2024
27 C
Surabaya
More
    LapsusCorona dan Korupsi Penyair Sungai Musi (bag. 4)

    Corona dan Korupsi Penyair Sungai Musi (bag. 4)

    Laporan Djoko Tetuko -WartaTransparansi.com

    Ketika tampil begitu piawai pada pergelaran “Malam Apresiasi Pusisi” Indonesia Merdeka dari Covid-19, Merdeka dari Korupsi, penyair sungai Musi, melepas busur dari jantung hati anak negeri dari nagari Sriwijaya.

    Komjen Pol H. Firli Bahuri, M.Si, melepas baju polisi dengan pakaian batik memantik, memerah membawa citra, merangkai warna kuning memadu malam hening.

    Senin malam di auditorium Abdur Rahman Saleh, 17 Agustus 2020, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, H Firli Bahuri, mempersembahkan karya suci sebuah gelombang besar membawa kabar, Indonesia Merdeka dari Covid-19 dan Indonesia merdeka dari korupsi.

    Penyair sungai Musi ini,
    membawakan karya sendiri dengan menaruh hati kepada Bung Karno, meminjam nama Presiden Soekarno dalam bait-bait syair membangkitkan perjuangan anak negeri , hari ini dan masa kini bersama-sama melawan korupsi

    Bersama-sama bersatu melawan Covid-19. Bersatu menjadi kekuatan utuh, bersama menjadi kekuatan utama.

    Firli Bahuri sang penyair sungai Musi, membayar mahal malam apresiasi puisi dengan memberi kado, 75 tahun Indonesia merdeka dengan mengajak merdeka dari korupsi “Ayo! jangan Korupsi”.

    Penyair sungai Musi mampu meramu kata dan kalimat, bait demi bait, dalam alunan merdu syair seperti sang penyihir menghipnotis. “Ayo! Bersama-sama bersatu melawan Covid-19”.

    Persembahkan agung karena satu kandung, dari penyair sungai Musi untuk negeri, Negara Kesatuan Republik Indonesia, bebas virus Corona, bebas virus korupsi. Merdeka. (jt)

    Penulis : Djoko Tetuko

    Sumber : WartaTransparansi.com

    COPYRIGHT © 2020 WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan