Teks foto: Paolo Oktavianus Sitanggang

KEDIRI  (WartaTransparansi.com) – Media Officer Persik Kediri, Anwar Bahar Basalamah, memastikan mantan pemain timnas U-19 besutan Indra Sjafri, Paulo Oktavianus Sitanggang telah resmi dilepas Persik untuk memperkuat PSMS Medan dengan status pinjaman.

“Statusnya dilepas sebagai pemain pinjaman. (Durasinya) sampai akhir musim kompetisi,” ujar Anwar Bahar Basalamah, Jumat (24/7/20).

Dengan perginya Paulo Sitanggang, membuat komposisi skuat tim berjuluk Macan Putih menyisakan 25 nama, dengan 4 diantaranya pemain asing. Sitanggang sendirisudah mencatat 3 caps di Liga 1 2020 yakni saat menghadapi Persebaya, Bhayangkara FC dan Persiraja Banda Aceh hingga kemudian Liga dihentikan.

“Surat pengajuan peminjaman sudah kami terima sejak Senin (20/7/20) lalu. Saat ini kami sedang merampungkan berkas administrasi (kepindahan) nya,” tambahnya.

Menurut Anwar Bahar mengklaim bahwa kepindahan Sitanggang ke klub Liga 2, PSMS Medan, bukan lantaran gagalnya proses renegosiasi kontrak karena pemotongan gaji hingga 50 persen. “Bukan karena itu. Tapi, lobinya PSMS Medan memang kuat terhadap Paulo,” ujar Anwar dikutip dari indosport.

Ditambahkannya, faktor motivasi Paulo Sitanggang sendiri juga kuat untuk hijrah meski hanya berlaga di Liga 2. Karena target PSMS Medan untuk segera kembali ke pentas Liga 1 pasca terdegradasi musim 2018 lalu, menjadi faktor lain atas kepindahannya.

Sedangkan Persik Kediri sejauh ini belum merevisi target untuk menghindari degradasi, meski slot itu dihapuskan PSSI atas pandemi covid-19 yang terjadi. “Paulo juga sangat tertarik untuk membela PSMS dengan target yang cukup tinggi,” sambung Anwar.

Paulo Sitanggang memang telah diperkenalkan oleh PSMS Medan jelang bergulirnya kompetisi Liga 2 musim ini. Eks gelandang Timnas U-19 era Indra Sjafri itu menjadi pemain kedua setelah PSMS juga meresmikan status Ferdinand Sinaga dari PSM Makassar.

Pada Liga 2 musim ini, PSMS Medan akan bersaing dengan 13 tim lain untuk memperebutkan 2 tiket promosi ke Liga 1. PSMS sebelumnya tergabung ke dalam Grup Barat, yang juga dihuni beberapa tim eks Liga 1, seperti Sriwijaya FC dan Semen Padang. (sr)