Mantan Ketua Asosiasi DPRD Kota Seluruh Indonesia (ADEKSI) ini menyampaikan bahwa saat ini semua pihak, Pemkot dan Pemprov telah bekerja keras dan terus berupaya agar pandemi bisa diatasi. Salah satunya adalah menghentikan atau memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Caranya mengajak dan menyadarkan masyarakat agar memperhatikan protokoler kesehatan. Mulai wajib bermasker, cuci tangan pakai sabun (atau pakai hand sanitizer), dan menjaga jarak.
Sementara kantor pemerintah dan pusat keramaian wajib mengarahkan masyarakat dan pengunjung mengikuti protokoler kesehatan. Makanya,saat pembagian Bantuan Sosial Tunai (BST) di Kantor Pos Kebon Rojo Surabaya, antrean memanjang tanpa jarak, Cak Ji langsung turun ke lapangan. Ditemukan kran air cuci tangan mati. “Warga harus diajak berdisiplin. Tidak seenaknya. Tapi kantor Pemerintah juga memberi contoh dan fasilitas memadai,” tegas Cak Ji.
Tidak hanya aktivitas warga yang abai yang langsung direspons Anggota DPRD Jatim ini. Masalah PPDB juga menjadi perhatian Cak Ji. Jangan sampai hak masyarakat mendapat layanan pendidikan diabaikan. Salah satu peraih suara terbanyak dalam Pileg tersebut, pada pekan ini juga melanjutkan menemui warga untuk mendengarkan aspirasi dan keluhan warga Surabaya.
“Masalah pandemi adalah masalah kemanusiaan yang harus menjadi prioritas. Lebih baik wacanakan upaya bergotong royong dan bersama-sama menghadapi corona daripada saya diminta bicarakan rekom,” tambah Cak Ji. (sr)





