Selasa, 18 Juni 2024
28 C
Surabaya
More
    Jawa TimurSurabayaDr. Joni Sebut Pasien Covid-19 RSU Dr. Soetomo 70 Persen Warga Surabaya

    Dr. Joni Sebut Pasien Covid-19 RSU Dr. Soetomo 70 Persen Warga Surabaya

    SURABAYA (WartaTransparansi.com) – Sebanyak 70 persen lebih pasien positif yang di rujuk ke RSU Dr. Soetomo Surabaya adalah warga Kota Surabaya.

    Juga RS Lapangan di Jalan Indrapura Surabaya yang baru diresmikan bersama Gubernur Khofifah Indar Parawansa, Menkes dan Ketua BNPB Doni Monardo, Selasa.

    Ini juga bagian dari partisipasi Pemprov Jawa Timur dalam menyehatkan dan menanggulangi kasus Corona di Surabaya. tutur Ketua tim Kuratif Gugus Tugas Covid-19 Pemprov Jatim Dr.dr. Joni Wahyu Hadi, dalam jumpa pers berkala di Grahadi Surabaya, Selasa (2/6/2020) malam.

    Di RSU Dr. Soetomo Surabaya saat ini punya 188 bed untuk merawat pasien positif Covid. Ini terus ditingkatkan kapasitasnya. Dokter, perawat dan petugas lainnya berusaha maksimal dalam menangani kasus kasus Corona yang ada di RSU Soetomo.

    Baca juga :  Terima Sapi dari Khofifah, Golkar Jatim Kirim Hewan Kurban ke PWNU dan PWM

    “Kebetulan saya ini ada di menejement RSU Soetomo sehingga tau persis kondisinya” tegas dr. Joni yang juga Direktur RSU.Dr. Soetomo itu.

    Dr. Joni Sebut Pasien Covid-19 RSU Dr. Soetomo 70 Persen Warga Surabaya

    Selain itu kata dr.Joni, Pemprov Jawa Timur juga menderikan dapur umum untuk memberikan layanan kepada masyarakat Surabaya. Ada tiga dapur umum di Surabaya. Dan dua lagi di Gresik dan Sidoarjo. Belum lagi bantuan anggaran yang disalurkan bersumber dari APBD Jatim. Soal berapa nilainya, saya kira wartawan sudah tau sendiri, tandasnya.

    Memang, kata dr.Joni, penanganan Covid-19 ini tidak bisa dilakukan sendiri. Harus bekerjasama, harus gotong royong dan penanganan dilakukan secara komperehensif.

    Sebenarnya mudah saja menangani Covid-19. Program progamnya sebarkan lewat media. Media Surabaya ini 100 persen membantu tim gugus tugas Covid-19 yang diketuai Gubernur Khofifah Indar Parawansa. Biar masyarakat juga tau akan bahayanya virus Corona.

    Baca juga :  Wali Kota Eri Jadikan Pasar Karah sebagai Pasar Percontohan

    Lalu masyarakatnya mengikuti anjuran protokol kesehatan. Intinya Covid-19 ini pencegahannya hanya dengan disiplin, hidup sehat yakni menggunakan masker, cuci tangan dengan hand sanitizer minimal cuci tangan dengan sabun, menjaga jarak dan tidak berkurumanan.“ Physical distancing dan social distancing harus di jaga betul,” tandas dokter ahli bedah saraf ini.

    Jadi mengapa PSBB Malang Raya cukup sekali saja, sedangkan PSBB Surabaya Raya (Surabaya, Gresik dan Sidoarjo) sampai tiga seri ? Kuncinya hanya disiplin. Kalau masyarakatnya tidak mau disiplin, pencegahan Covid-19 terus mengalamai kelambatan. Kita bisa lihat jumlah kasus Corona di Jatim bertambah, dan separuhnya ada di Surabaya. Makanya Bu Gubernur selalu menyampaikan disiplin dan disiplin.

    Baca juga :  Kota Lama Surabaya akan Diresmikan 23 Juni 2024, Zona Arab Menyusul

    Dokter Joni juga membeber data di Posko Covid-19 dimana hingga Selasa malam, jumlah pasien positif di Jawa Timur tercatat 5.132. Pasien baru 194 orang.

    Meninggal 429 (8,36 persen), pasien sembuh totalnya 799, PDP 6.754, ODP 24.923 orang dan total kasus OTG 18.792 orang.

    Dari penambahan 194 pasien positif hari ini, Surabaya berkontribusi sebanyak 115 orang. Pasien sembuh dari 100 orang Surabaya menyumbang 60 orang dan dari 11 orang yang meninggal warga Surabaya yang meniggal ada 7 orang. Jadi, warga Surabaya harus waspada dengan Covid-19 ini. kata d. Joni. (min)

    COPYRIGHT © 2020 WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan