H. Djoko Tetuko Abdul Latief

Oleh : Joko Tetuko (Pemimpin Redaksi Transparansi)

Jika tulisan “Corona Jatim Bahaya! Surabaya Zona Hitam”, menjelaskan bahwa kondisi memang sangat membahayakan,  karena kota pahlawan seperti semakin tidak aman dengan catatan kasus sudah di atas Provinsi Jabar dan jika catatan kasus DKI Jakarta dibagi 6 wilayah, maka seluruh kota di tanah air, hanya Kota Surabaya “juara Corona” sangat membahayakan.

Mengamati data terakhir sampai 2 Juni 2020, ternyata tidak kalah penting analisa ringan ini, bahwa sebagai modal masyarakat sekaligus Gugus Tugas Covid-19 Jatim bersama Gugus Tugas Covid-19 Nasional, turun ke Kota Surabaya guna menyelamatkan warga kota agar tidak menjadi korban meninggal dalam jumlah cukup banyak, dan hal sangat mengkhawatirkan.

Dari data nasional sebagaimana penjelasan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto saat memberikan keterangan di Graha BNPB, Jakarta, Selasa sore (2/6/2020), catatan kasus

pasien positif terinfeksi virus corona di Indonesia bertambah 609, sehingga total mencapai 27.549.

Data sementara jumlah pasien sembuh bertambah 298, sehingga total pasien sembuh sampai saat ini menjadi 7.935 orang. Sedangkan catatan data pasien Covid-19 meninggalkan dunia karena bertambah 22 pasien menjadi 1.663 pasien.

Catatan kasus terinfeksi virus Corona hingga meninggalkan dunia 1.663 secara nasional menunjukkan angka penurunan prosentase sangat signifikan, karena hanya sekitar 6 persen saja. Sementara kondisi Kota Surabaya dengan catatan (2748 – 300 – 253) menunjukkan bahwa prosentase korban meninggalkan dunia sekitar 9 persen.

Hal ini sangat mengkhawatirkan dan membahayakan. Apalagi jika secara nasional hanya bertambah 22 pasien  meninggal dunia, sementara dari Kota Surabaya menyumbangkan 7 pasien meninggal dunia, situasi dan kondisi terkini ini sangat memerlukan gabungan Tim Gugus Tugas Covid-19 Nasional-Provinsi dan Kota Surabaya, menyatu dalam penanganan Corona secara bersama-sama,  mengurai catatan kasus di Surabaya yang secara nasional sangat menonjol bahkan masuk katagori sangat membahayakan.

Kasus pasien Covid-19 meninggal dunia di Jakarta 528, Jatim 429  — di antaranya —-(Surabaya 253) Jatim (37 Kab/Kota tanpa Surabaya 176). Itu artinya catatan kasus kematian pasien Corona Surabaya prosentasenya lebih tinggi dibanding Jakarta. Jika Jakarta (7541 – 528 / sekitar 7 persen), maka Surabaya (2.748 – 253 / sekitar 9 persen). Padahal permasalahan berkaitan dengan Corona Jakarta lebih kompleks.

Sekali lagi, situasi dan kondisi Kota Surabaya dengan luas wilayah lebih kecil dan sudah memetakan 95 wilayah kampung masuk Zona Merah, maka memerlukan penanganan secara khusus, sehingga menyelamatkan warga berjatuhan jadi korban terinfeksi Corona sampai meninggal dunia  lebih banyak lagi.

Apalagi masih dari catatan kasus angka pasien meninggal dunia Surabaya dengan 253 jauh mengungguli 27 kabupaten/kota se Jatim hanya 176. Oleh karena itu, sabagai kelanjutan dari sebuah perhatian besar terhadap kondisi sangat mengkhawatirkan ini, maka wajib segera melakukan penanganan khusus, termasuk penyampaian informasi kepada publik berikut penggunaan anggaran secara transparan.

Dan catatan kasus Kota Surabaya

(2.748 – 300 – 253), juga lebih besar dan terbanyak dibanding Jabar (151), Kalsel (87), Sulsel (75), Jateng (70), Banten (69), Sumut (42), Sulut (37), dan Sumsel (34). Oleh karena itu, permasalahan ini wajib

menjadi perhatian semua pihak untuk selalu waspada, mematuhi protokol kesehatan, hidup bersih sehat wal afiat dan mandiri dalam berbagai hal pokok, serta tetap dengan berbagai cara bersama-sama melawan Corona.

Data Kasus Corona Nasional per Provinsi (Positif – Sembuh – Meninggal Dunia)

(1). Aceh ; 20 – 17 – 1

(2). Bali ; 487 – 334 – 5

(3). Banten ; 883 – 372 – 69

(4). Babel ; 50 – 28 – 1

(5). Bengkulu ; 92 – 25 – 2

(6). D.I. Yogyakarta ; 237 – 168 – 8

(7). DKI Jakarta ; 7.541 – 2.399 – 528

(8). Jambi ; 97 – 15 – 0

(9). Jabar ; 2.314 – 648 -151

(10). Jateng ; 1.432 – 371 – 70

(11). Jatim ; 5.135 – 699 – 429

(12). Kalbar ; 196 – 55 – 4

(13). Kaltim ; 298 – 175 – 3

(14). Kalteng ; 428 – 182 – 20

(15). Kalsel ; 969 – 99 -87

(16). Kaltara ; 165 – 81 – 2

(17). Kep. Riau ; 209 – 102 -15

(18). NTB ; 670 – 292 – 12

(19). Sumsel ; 1019 – 224 – 34

(20). Sumbar ; 574 – 272 –  25

(21). Sulut ; 354 – 52  – 37

(22). Sumut ; 418 – 151 – 41

(23). Sultra ; 244 – 125 – 4

(24). Sulsel ; 1630 – 625 – 75

(25). Sulteng ; 128 – 61 -4

(26). Lampung ; 136 – 80 – 10

(27). Riau ; 117 – 92 – 6

(28). Malut ; 174 – 29 – 15

(29). Maluku ; 223 – 36 – 8

(30). Papua Barat ; 172 – 55 – 2

(31). Papua ; 819 – 78 – 7

(32). Sulbar ; 92 – 49 – 2

(33). NTT ; 97 – 14 – 1

(34). Gorontalo ; 108 – 29 – 6