Kamis, 18 April 2024
31 C
Surabaya
More
    HeadlineInsyaAllah Garuda SEA Games Juara

    Catatan Transparansi Djoko Tetuko

    InsyaAllah Garuda SEA Games Juara

    MANILA – Tim Sepakbola SEA Games 2019 di Manila Philipina, memang mengalami satu kali kekalahan ketika pada penyisihan ditundukkan Vietnam 1-2, dengan beberapa catatan transparansi bahwa Garuda SEA Games (sebutan untuk Timnas U-23), pada babak pertama lebih banyak penguasai pertandingan dengan berbagai variasi serangan, maupun menutup lini pertahanan dengan cukup efektif dan berhasil membuat Vietnam ferustasi.

    Di antara sekian peluang dan buah dari variasi serangan dengan mengandalkan Osvaldo Haay di depan, termasuk rajin melakukan gerakan-gerakan mengganggu kepada pemain belakang Vietnam dengan penjaga gawang Bui Tien Dung, Garuda SEA Games di atas kertas mampu mencetak 2 sampai 3 gol, jika melakukan permainan dengan sungguh-sungguh dan tidak memandang sebelah mata atau ada kesan meremehkan atau menganggap pertandingan tidak menentukan.

    Alhamdulillah berkat gol semata wayang Sani Rizki Fauzi pada menit 22, Garuda SEA Games berhasil unggul. Gol tunggal itu akibat kesalahan penjaga gawang Vietnam Tien Dung dalam menghalau bola, berhasil dimaksimalkan dengan sundulan. Tetapi gol itu merupakan buah dari hasil permainan dengan variasai cukup meyakinkan. Artinya, Garuda SEA Games bukan kebetulan mencetak satu-satunya gol itu.

    Kemenangan satu gol, pada babak kedua, ternyata menyeret arus permainan tim asuhan Indra Sjafrie melakukan sepakbola negatif, dengan lebih banyak menjaga daerah pertahanan dan sesekali melakukan serangan balik, dengan umpan-umpan jauh guna mengandalkan kecepatan pemain tengah dan depan, yang justru kelihatan ada jarak atau dari lini belakang ke tengah sering putus, demikian juga dari lini tengah ke depan juga ada jarak atau tidak nampak sebuah formasi utuh dari lini ke lini yang rancak dan meyakinkan.

    InsyaAllah Garuda SEA Games Juara

    Kecerobohan strategi bertahan saat melayani permainan Vietnam dengan semangat tinggi dan pantang menyerah itu, juga kadang nakal dengan berbagai gerakan sangat merugikan Timns Indonesia, justru Garuda SEA Games, dibiarkan menjadi bulan-bulanan pelampiasan keinginan Vietnam untuk menyamakan kedudukan dan mengincar kemenangan untuk memuluskan tiket ke semifinal.

    Alhasil melalui tendangan penjuru karena (sekali lagi) kecerobohan permaianan Garuda SEA Games, maka lahir gol sundulan kepala Nguyen Thanh Chung membobol gawang Nadeo untuk kali pertama, Tim asuhan Park Hang-seo tidak mengendurkan serangan, bahkan semakin mengengebu-ngebu melancarkan serangan.

    Sementara Garuda SEA Games sudah mulai kehilangan kepercayaan.
    Garuda SEA Games mencoba untuk mengembalikan permainan seperti pada babah pertama, tetapi kurang percaya diri dan kurang beruntung, sehingga upaya melakukan serangan membahayakan selalu kendas.

    Pada injury time, Hang Duc melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti. Usahanya ini justru membobol gawang Indonesia tanpa bisa dihalau Nadeo.

    Keadaan berubah menjadi 1-2 untuk keunggulan Vietnam Kemenangan Vietnam 2-1 dengan gol dari tenduangan penjuru dan tendangan jarak jauh, itu artinya bahwa pemain Indonesia kurang fokus dan kehilangan keseimbangan dalam mengawal setiap gerak pemain lawan.

    Balas Kekalahan

    InsyaAllah Garuda SEA Games Juara
    Suporter timnas Indonesia saat laga melawan Vietnam . Tampak Sekjen PSSI Menpora Zainudin Amali, Ketum PSSI Iwan Iriawan, Sekjen PSSI Ratu Tisa, Exco PSSI Ahmad Riyadh, UB dan wartawan Wartatransparansi, dalam laga Indoneia 1 vs 2 Vietnam. (foto/transparansi/jt)

    Mengawali catatan dengan menyuguhkan rekaman singkat pertandingan babak penyisihan, ketika Garuda SEA Games kalah 1-2 dari Vietnam, memang sengaja menyampaikan sebuah pesan bahwa kekalahan itu karena Timnas Indonesia, sengaja dengan pola permainan bertahan, memberi kemenangan atau lebih pantas berusaha mempertahankan kemenangan serta hanya mengincar hasil seri sudah cukup untuk merebut tiket ke semifinal.

    Catatan atas kekalahan Garuda SEA Games dari Vietnam, boleh jadi Allah SWT, pertama, mentakdirkan bahwa supaya pemain dan ofisial Timnas Indonesia tidak ’’sombong’’, setelah dengan meyakinkan mengalahkan Thailand 2-0 dan Singapura 2-0. Mengingat dua kemenangan itu, Timnas Indonesia seakan-akan sudah menjadi raksasa baru di Asia Tenggara.

    Kedua, dengan mengalami kekalahan maka pada pertandingan berikutnya, termasuk final, Selasa (10/12/2019) tidak mudah meremehkan lawan, dan bertanding dengan total untuk mempersembahkan permainan terbaik. Bahwa hasil pertandingan akan berakhir menang atau seri, maka itu bagian dari permainan.

    Alhamdulillah, Garuda SEA Games setelah mengalami kekalahan mampu menyelesaikan tugas negara, memberikan permainan terbaik untuk 167 juta rakyat Indonesia, dengan secara meyakinkan mengalahkan Brunei Darussalam 8-0 dan mengulung Laos 4-0, sehingga langkah ke semifinal tidak menunggu hasil pertandingan Vietnam lawan Thailand yang berakhir seri.

    Bahkan pertandingan semifinal menghadapi Myanmar (dengan catatan belum terkalahkan di Grup A) mampu menang meyakinkan 4-2 dengan proses gol sangat meyakinkan, bersih dan melalui proses permainan apik dari kaki ke kaki, juga umpan terukur dengan diselesaikan sundulan kepada sangat dingin.

    Vietnam dengan formasi (4-3-3): Bui Tien Dung (g); Duc Chien, Thanh Chung, Van Hau, Tan Tai; Viet Hung, Hung Dung, Thanh Thinh; Trong Hoang, Quang Hai, Tien Linh. Dengan mengandalkan serangan rancak melalui umpan-umpan terobosan sangat tipis dan tajam, insysAllah mudah dipatahkan barisan pertahanan Indonesia, dengan catatan tidak meremehkan, tidak ceroboh, dan tidak mengangap enteng lawan, sehingga fokus dan serius membendung berbagai serangan atau mematahkan serangan dari sudut manapun.

    Asnawi Bahar, Bagas Adi, Andy Setyo, Dodi Alekvan Djin (di lini belakang), akan mampu memotong serangan Voetnam dan mengalirkan bola dengan umpan terukur yang meyakinkan selama ini.

    Kepercayaan barisan belakang dengan dibantu gelandang sayab Fadil Ramdhani dan trio Evan Dimas, Zulfiandi, Syahrian Abimanyu (lini tengah), maka pola permainan Garuda SEA Games (bukan menyombangkan) akan mampu menguasai permainan dan dengan bermain lepas, insysAllah akan membalas kekalahan, sekaligus merendahkan diri untuk merebut kemenangan.

    Hal itu wajib dilakukan setelah melakukan (kesalahan) pada babak penyisihan karena tidak fokus dan kurang serius, serta strategi bertahan di sepakbola jaman modern yang sudah tidak masuk catatan lagi sebagai sebuah strategi.

    Di lini depan dengan mengandalkan Osvaldo Haay dengan Egy Maulani Vikri dan Feby Eka Putra (agak gantung) seperti posisi gelandang serang, maka umpan-umpan pendek cepat dan akurat seperti diperagaan selama ini, termasuk menundukkan Myanmar dengan umpan-umpan tarik dari sayab, insyaAllah Garuda SEA Games akan memenangkan pertandingan.

    Tentu saja dengan catatan sepanjang pertandingan, sebelum pertandingan, juga selama persiapan menunggu deyik-detik final, tidak ada kesan sombong apalagi meremahkan. Senua melalui ikhtiyar atau usaha bersama dengan penuh kesungguhan untuk bermain baik, dan ingin membalas kekalahan sekaligus memenangkan pertandingan dengan permainan meyakinkan dan gol indah menawan karena buah dari perjuangan.

    Juga doa dari jutaan rakyat Indoensia yang merindukan prestasi dari cabang olahraga sepakbola. (*)

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan