Calon Bupati Tuban Aditya Halindra: Ini Eranya Millennial  

145
  • Wartatransparansi.com
Aditya Halindra Faridzky, Calon Bupati Tuban

SURABAYA – Hari ini eranya mellenial tampil didepan. Tak terkecuali dalam pilkada serentak 2020 mendatang.  Aditya Halindra Faridzky, SE, anggota DPRD Jawa Timur, nyalon Bupati Tuban bukan saja mewakili generasinya melainkan semua elemen masyarakat.

“Bismillah, saya bersama masyarakat akan berjuang lagi demi kesejahteraan. Kita baru berbasah basah disana. Saya mengenal betul kerasnya sebuah pertarungan di Dapil Jatim Tuban-Bojonegoro. Bersama masyarakat saya siap berkompetisi dan bertarung di Pilkada,” tegas dia.

Aditya tak memikirkan lagi harus berangkat dari partai apa seperti bakal calon non Partai. Kendaraan politik sudah ada yaitu Partai Golkar. Kebetulan kami Ketua Partai Golkar Kab. Tuban.

Untuk bisa daftar ke KPU perlu 10 kursi dan Golkar punya 9, sehingga hanya perlu tambahan 1 kursi lagi. Itupun sudah ada yaitu PBB (Partai Bulan Bintang).

Aditya Halindra kepada wartatransparansi.com mengatakan, untuk wakilnya, sampai hari ini belum memutuskan. Waktunya masih cukup panjang. Tapi kalau sekedar nama saja, sudah kita inventarisir. Siapa siapa orangnya, Aditya enggan menyebutkan.

Meski tahapan pendaftaran ke KPU masih jauh, persiapan tengah dilakukan diantaranya melakukan komunikasi dengan tokoh pemuda, tokoh masyarakat, tokoh agama dan komunikasi dengan pimpinan Partai di Tuban misalnya dengan Demokrat, Gerindra dan PDI Perjuangan. Ini kami lakukan secara inten.

Modal utama untuk mencalonkan diri sebagai kepala daerah, Bupati Tuban, kata pria berusia 27 tahun, alumni FE Unair ini, pertama statusnya sebagai anggota DPRD Jawa Timur periode 2019/2024 dari Dapil Tuban-Bojonegoro. Khusus untuk Tuban saja, Aditya mengantongi 69.000 suara, itu hasil Pileg lalu.

Koalisi dengan Partai harus dilakukan agar menjadi koalisi yang mayoritas, harapannya nanti suaranya juga mayoritas. Ini ichtiar. “Kita sedang membentuk kader dan relawan yang militan,” ujarnya.

Dari hasil komunikasi dengan partai partai disana, umumnya masyarakat Tuban memang menghendaki adanya perubahan. Yang kedua, percepatan pembangunan mulai perkotaan hingga pedesaan. Masyarakat rindu pembangunan.

Rindu perekononian bagus, rindu pendidikan berkualitas dan kesehatan harus baik. Itu sebabnya tagline kami ” mbangun deso noto kuto” (min)