Peran ini masih terus dilakukan oleh para habaib hingga saat ini. Oleh karenanya, sungguh tidak tepat bila ada yang masih mempertanyakan sikap nasionalisme para keturunan Arab, terutama dari kalangan Sâdah Bani Alawiy. Sebagai komunitas keturunan Rasulullah SAW para habaib mendapat tempat terhormat di hati banyak masyarakat Indonesia. Ini menjadi modal sosial yang besar dalam memberikan warna kehidupan beragama, berbangsa dan bernegara di Indonesia.
“Oleh karena itu, di kesempatan yang mulia ini, saya mengajak kita semua untuk ikut serta dalam membangun dan meningkatkan kualitas kehidupan beragama di Indonesia,” tutur Menag.
Ketua Umum Majelis Hikmah Alawiyah, Habib Ahmad bin Novel bin Jindan mengatakan, Maktabah Kanzul Hikmah merupakan perpustakaan pertama di Indonesia yang fokus pada karya-karya Alawiyin dan karya ulama yang berhubungan dengan Alawiyyin.
“Saat ini Maktabah Kanzul Hikmah telah memiliki koleksi mencapai 12.000 judul. Dari 12.000 judul tersebut, banyak yang masih berupa teks tulisan tangan atau manuskrip yang didapat dari perpustakaan pribadi,” ujarnya.
Alawiyyin adalah sebutan yang merujuk kepada keturunan Imam Al Arif billah Asy Syarif Alawi bin Ubaidillah bin Al Imam Ahmad Al Muhajir, keturunan dari Nabi Muhammad SAW.
Dari keturunan Imam Al Arifbillah Asy Syarif Alawi bin Ubaidillah bin Al Imam Ahmad Al Muhajir inilah dakwah Islam kemudian menyebar ke nusantara melalui peran Walisongo dan juga orang-orang saleh yang bermukim di Nusantara sejak beratus tahun silam.
Para keturunan (saadah) Alawiyyin juga banyak melahirkan kitab-kitab agama yang memiliki kandungan ilmu sangat tinggi. Kitab-kitab tersebut kini menjadi warisan yang sangat berharga bagi generasi penerus dakwah Islam seperti yang berada di Maktabah Kanzul Hikmah milik Majelis Hikmah Alawiyah. (wt)





