Jakarta – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin meresmikan Maktabah Kanzul Hikmah di Kalibata, Sabtu (29/6/2019). Maktabah atau perpustakaan tersebut didirikan Majelis Hikmah Alawiyyah (MAHYA) pimpinan Habib Ahmad Ahmad bin Novel bin Jindan. Hadir juga, Dewan Pembina Majelis Hikmah Alawiyah Prof Quraish Shihab.
Menurut Lukman, peran sâdah dan asyrâf dalam penyiaran agama Islam di Indonesia menjadi fakta sejarah yang tidak terbantahkan, baik sebelum maupun setelah kemerdekaan. Dengan perantara mereka agama Islam tersiar di Nusantara. Sejak itu, Indonesia dikenal menjadi model penyebaran dakwah yang damai, tidak dengan senjata dan kekerasan.
“Keramahan yang menjadi karakter dasar bangsa Indonesia dan kearifan para da`i penyebar Islam yang banyak berasal dari keturunan Arab, melahirkan wajah Islam Indonesia yang damai, moderat dan toleran,” kata Lukman.
“Bahkan, bukan hanya peran keagamaan, tetapi peran kebangsaan juga telah dilakukan oleh para keturunan Arab, terutama dari Hadramaut,” katanya lagi.
Kelahiran organisasi Rabithah Alawiyyah pada tanggal 27 Desember 1928, selang dua bulan setelah peristiwa sumpah pemuda, kata Menag, menunjukkan semangat nasionalisme masyarakat keturunan Arab yang telah memilih Indonesia sebagai tempat tinggal dan tanah air, untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
Pada 1 Agustus 1934, Harian Matahari Semarang memuat tulisan seorang peranakan Arab asal Ampel Surabaya, AR Baswedan, tentang orang-orang Arab. Dalam artikel itu terpampang foto AR Baswedan mengenakan blangkon. Dia mengajak keturunan Arab menganut asas kewarganegaraan ius soli: di mana saya lahir, di situlah tanah airku. Artikel yang berjudul “Peranakan Arab dan Totoknya” berisi anjuran tentang pengakuan Indonesia sebagai tanah air. Artikel itu juga memuat penjelasan tentang bagaimana sikap nasionalisme yang dianjurkan pada kaumnya.
“Artikel ini dipilih oleh Majalah Tempo edisi khusus Seabad kebangkitan Nasional (Mei 2008) sebagai salah satu dari 100 tulisan paling berpengaruh dalam sejarah bangsa Indonesia,” tegas Menag.





