Kamis, 15 April 2021
25 C
Surabaya
More
    Tak BerkategoriPemimpin Tertinggi Iran Ampuni 691 Narapidana saat Idul Fitri

    Pemimpin Tertinggi Iran Ampuni 691 Narapidana saat Idul Fitri

    Teheran – Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei memberikan pengamounan terhadap ratusan narapudana.

    Pemberian pengampunan kepada narapidana tersebut dilakukan pada akhir bulan untuk menyambut Hari Raya .

    Dilansir AFP, secara total ada sebanyak 691 narapidana yang mendapat pengampunan dari pemimpin tertinggi Iran,  yang berdampak pada pengurangan masa tahanan maupun penangguhan hukuman dan pembebasan.

    Demikian diberitakan situs berita pengadilan Iran, Mizan Online, Minggu (9/6/2019). Akan tetapi, tidak dijelaskan secara rinci berapa banyak narapidana yang mendapat pengurangan hukuman dan berapa yang langsung dibebaskan.

    Di antara daftar narapidana yang memperoleh pengampunan dari pemimpin tertinggi itu, tidak ada nama warga negara Lebanon yang diharapkan Beirut turut dibebaskan.

    Hal tersebut setelah pemerintah Lebanon, pada pekan lalu, mengajukan permohonan pengampunan terhadap warganya yang dijatuhi hukuman 10 tahun penjara karena kasus spionase.

    Kementerian Luar Negeri Lebanon, dikutip kantor berita NNA, mengatakan bahwa Nizar Zakka, diharapkan termasuk dalam narapidana yang mendapat pengampunan dalam rangka Idul Fitri oleh pemerintah Iran.

    “Namun pada kenyataannya, nama Zakka tidak tercantum dalam daftar narapidana yang diampuni,” kata juru bicara pengadilan Iran, Gholam Hossein Ismael.

    “Individu itu telah dijatuhi hukuman dan Presiden Lebanon dalam suratnya kepada pejabat pengadilan, mengajukan pengampunan bersyarat,” ujarnya dikutip Mizan Online.

    “Pengajuan tersebut telah diproses pengadilan dan jika ada keputusan yang diambil oleh aparat pengadlan, informasi akan diberikan,” tambah pernyataan itu.

    Zakka yang berusia 50-an tahun disebut menjadi warga AS dan dia ditangkap pada September 2015 silam saat berkunjung ke Iran.

    Dia ditangkap atas tuduhan memiliki hubungan yang dekat dengan militer dan badan intelijen .

    Sebuah siaran televisi nasional pada masa itu sempat menyiarkan foto-foto yang menampilkan sosok pria berseragam militer, yang diduga adalah Zakka, saat berada di pangkalan AS.

    Zakka dijatuhi hukuman pada Juli 2016 dan sempat mengajukan banding. Namun bandingnya ditolak dan pengadilan mengukuhkan hukuman 10 tahun penjara pada akhir 2017.

    Bersama Zakka, juga ada seorang pria AS dan dua warga keturunan Iran-Amerika yang juga dinyatakan bersalah telah berkolaborasi dan bekerja sama dengan pemerintah AS sebagai mata-mata.

    Dikutip dati Kompas.com, Iran dan AS telah saling memutus hubungan diplomatik pada 1980. Hubungan kedua negara bahkan semakin buruk secara signifikan sejak pemerintahan Presiden Donald Trump pada Januari 2017. (kh)

    Reporter : Wartatransparansi.com
    Penulis :
    Editor :
    Redaktur :
    Sumber :

    Komentar

    guest
    0 Komentar
    Inline Feedbacks
    View all comments

    Berita Menarik Lainya

    Terkini

    Jangan Lewatkan