Kamis, 15 April 2021
25 C
Surabaya
More
    Tak Berkategori Harus Antisipasi Dampak Perang Dagang AS-China

    Pemerintah Harus Antisipasi Dampak Perang Dagang AS-China

    menyerukan perlunya Pemerintah dan DPR RI merumuskan berbagai inisiatif dalam menyiasati periode ketidakpastian global yang tereskalasi, akibat potensi rusaknya sistem dan mekanisme perdagangan dunia.
    Selain itu, ekses dari perang dagang (AS) dengan , memaksaTNI dan harus memastikan terjaganya stabilitas keamanan nasional dan ketertiban umum.

    “Inisiatif baru atau kebijakan antisipatif diperlukan agar ekses perang dagang itu tidak menimbulkan kerusakan serius di dalam negeri. Karena itu, Pemerintah dan DPR tidak boleh pasif,” ujar Bamsoet, sapaan akrabnya, dalam press release yang diterima wartatransparansi.com di Jakarta, Senin (10/6/2019).

    Sebab, tutur Bamsoet, bisa dipastikan kinerja ekspor akan melemah. Sehingga, defisit neraca perdagangan bisa berkepanjangan.

    Politisi ini menyatakan, laju ekspor komoditas unggulan Indonesia, seperti minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil(CPO) dan karet tidak akan mulus lagi. Pada saat yang sama, ada potensi pasar Indonesia yang besar akan dibanjiri produk impor.

    “Salah satunya adalah produk baja dari China. Dampak lainnya adalah meningkatnya permintaan valuta asing akibat tingginya volume impor. Tingginya permintaan valuta asing berpotensi mendepresiasi rupiah,” ungkapnya.

    Reporter : Wartatransparansi.com
    Penulis :
    Editor :
    Redaktur :
    Sumber :

    Komentar

    guest
    0 Komentar
    Inline Feedbacks
    View all comments

    Berita Menarik Lainya

    Terkini

    Jangan Lewatkan