Berdasarkan data, 81 early warning itu difokuskan untuk daerah dengan ancaman bencana yang besar. Di antaranya, 54 early warning untuk daerah rawan tanah longsor, 16 untuk daerah rawan tsunami, dan sisanya untuk banjir.
Menyiasati berbagai hambatan yang ada, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, jika perlu ada upaya preventif dengan memperkuat pengetahuan warga di desa rawan bencana.
“Sebetulnya kita berharap proses preventif seperti desa tangguh dan kampung siaga bencana ini yang kita harapkan. Kita petakan dari 2.700 lebih desa bencana, baru ada 310 desa tangguh dan kampung siaga bencana,” katanya.
Karena itu, lanjut Khofifah, langkah preventif dengan melakukan sosialisasi dan simulasi penanganan bencana, lebih dapat membuat masyarakat paham akan tanda bencana, dan cara penanggulangan. (wt)





