Provinsi Jatim Miskin Alat Pendeteksi Bencana

Provinsi Jatim Miskin Alat Pendeteksi Bencana

Surabaya – Mayoritas daerah di Provinsi Jawa Timur, rawan bencana. Ironis,  provinsi berpenduduk 39.500.851 jiwa (data BPS Jatim 2018) dengan luas wilayah 47.922 km2, ternyata masih miskin dengan alat Early Warning System atau sistem peringatan dini yang memadai.

Padahal, teknologi Early Warning System merupakan serangkaian sistem untuk memberitahukan akan timbulnya kejadian alam, dapat berupa bencana maupun tanda-tanda alam lainnya. Peringatan dini pada masyarakat atas bencana merupakan tindakan memberikan informasi dengan bahasa yang mudah dicerna oleh masyarakat.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur Suban Wahyudiono mengatakan, tercatat sebanyak 2.742 desa di Jatim yang rawan bencana. Namun, saat ini, baru ada 81 early warning system yang terpasang di beberapa desa.

“Alat sistem peringatan dini yang kita punya hanya ada 81. Dari jumlah itu, yang berfungsi mungkin cuma 46 karena letaknya. Jadi, ada early warning banjir, ada early warning tsunami, serta ada early warning tanah longsor,” kata Suban seusai rapat terbatas bersama gubernur di Gedung Negara Grahadi, Kamis (4/4/2019).

Karena itu, dalam rapat terbatas, jelas Suban, topic early warning sistem menjadi pembahasan utama. Menurutnya, kendala utamanya pemasangan early warning, karena luasnya wilayah, utamanya di kepulauan Madura.