KPK Dorong Pemkab/Pemkot se-Jatim Tiru Sistem Terintegrasi Kota Surabaya

KPK Dorong Pemkab/Pemkot se-Jatim Tiru Sistem Terintegrasi Kota Surabaya

Ia menyampaikan bahwa sistem informasi profil sekolah perlu untuk diagregasikan ke Pemprov Jatim terlebih dahulu. Selanjutnya mengkloning e-budgeting sekolah atau SIPKS. “Nanti saya dorong profil sekolah dan e-budgeting untuk digunakan sekolah-sekolah di Jatim. Tahun ini akan menjadi rencana aksi kami dan harus jalan. Akan kita kumpulkan seluruh dinas pendidikan,” imbuhnya.

Sekretaris Dispendik Kota Surabaya Aston Tambunan menyebutkan,telah memiliki puluhan sistem informasi tata kelola pendidikan. Aplikasi ini menyasar empat hal utama. Pertama untuk peningkatan kompetensi guru, kedua peningkatan kompetensi siswa, ketiga peningkatan kualitas sekolah atau lembaga pendidikan, dan terakhir ketersediaan layanan pendidikan bermutu. “Seluruh aplikasi ini milik sendiri. Idenya berasal dari jajaran struktural, kemudian diterjemahkan ke aplikasi oleh programmer,” ungkapnya.

Aston menyebut beberapa aplikasi itu antara lain profil sekolah, sistem informasi pengelolaan keuangan sekolah (SIPKS), rapor online, penerimaan peserta didik baru (PPDB), seleksi calon kepala sekolah (Si Cakep), tryout online, dan lain-lain. “Pengembangan inovasi program pendidikan diawali dengan membangun pusat database pendidikan atau yang biasa disebut profil sekolah,” katanya.

Kasubag Penyusunan Program dan Pelaporan Dispendik Kota Surabaya Tri Aji Nugroho menambahkan, profil sekolah berisikan data Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), SD, dan SMP di Kota Surabaya, termasuk data MI dan MTs. “Profil sekolah menjangkau semuanya. Karena indikator pendidikan seperti angka partisipasi kasar (APK) juga memasukkan semua lembaga itu. Semuanya ini berbasis NIK,” katanya. (wt)