PW Pemuda Muhammadiyah berharap siapapun presiden yang akan terpilih jangan sampai membuat perpecahan sesama anak bangsa, apalagi sesama umat Islam. “Kami berikan kebebasan untuk berdemokrasi. Silakan mau pilih makan soto atau rawon. Siapapun presidennya yang terpilih nanti itu adalah presiden kita dan pemimpin kita bersama,” harap Dikky.
Terpisah, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa berharap kasus di Banyuwangi bisa diproses aparat kepolisian. Sebab apa yang disampaikan secara terbuka itu bukan lagi hoax tapi sudah masuk kategori fitnah sehingga sudah selayaknya ditindaklanjuti kepolisian.
“Ini perlu ditindaklanjuti supaya apa yang disampaikan seseorang itu berkaitan dengan kebaikan, kejujuran dan faktual, bukan hoax yang bisa menimbulkan masyarakat menjadi gaduh,” pungkas Ketum PP Muslimat NU ini. (ais)





