Delegasi Singapura Belajar Tata Kelola Kota Surabaya

Delegasi Singapura Belajar Tata Kelola Kota Surabaya
Delegasi Singapura Belajar Tata Kelola Kota Surabaya

“Kamera (CCTV) kita juga sudah terkoneksi dengan pihak kepolisian. Bahkan kita punya beberapa akses sosial media, sehingga masyarakat bisa mengakses informasi dan melaporkan jika ada kejadian ke Pemkot Surabaya,” ujarnya.

Terkait pengelolaan sampah, Irvan mengaku, pihaknya juga mengajak masyarakat ikut serta membantu pemerintah dalam mengurangi jumlah sampah, melalui program green and clean. Sehingga dalam setiap hari, Surabaya mampu mengurangi jumlah tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

“Untuk manajemen pengelolaan sampah, kita juga punya rumah kompos. Dan beberapa rumah kompos kita juga sudah menghasilkan energi listrik,” ungkapnya.

Di bidang pemberdayaan ekonomi masyarakat, kata Irvan, sejak tahun 2010 Pemkot Surabaya sudah mulai menerapkan berbagai program yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, melalui usaha ekonomi produktif. Tujuannya, agar masyarakat bisa mandiri.

Seperti dalam program Pahlawan Ekonomi dan Pejuang Muda. “Di Pahlawan Ekonomi, warga diajarkan tidak hanya dalam membuat produk, ataupun desain kemasan. Tapi pemerintah kota juga membantu dalam memasarkan produk mereka,” katanya.

Sedangkan terrkait pemerataan pendidikan, lanjut Irvan, Pemkot Surabaya sangat peduli terhadap kualitas pendidikan. Sehingga baik di pusat kota maupun di wilayah pinggiran, penyebaran gurunya disamakan. Harapannya tidak ada perbedaan kualitas pendidikan di Surabaya.

“Sekolah-sekolah di Surabaya juga kita rehab semua, Baik SD maupun SMP Negeri. Termasuk fasilitas olahraga. Jadi kita juga sangat konsen terhadap dunia pendidikan,” tukasnya. (wt)