Jumat, 19 Juli 2024
31 C
Surabaya
More
    Jawa TimurSumenepDuda 58 tahun, Cabuli Anak 7 Tahun

    Duda 58 tahun, Cabuli Anak 7 Tahun

    SUMENEP – Para orang tua yang merasa punya anak perempuan dibawah usia remaja harus lebih waspada. Pasalnya, kasus pencabulan di kota yang taat beribadah di Sumenep makin sering terjadi. Terakhir menimpa pada bocah berusia 7 tahun. Sebut saja namanya Bunga (samaran).

    kakek di tahan
    kakek di tahan

    Bunga menjadi korban nafsu bejat seorang kakek berusia 58 tahun. Namanya Musaka. Ironisnya, Musaka adalah orang sehari hari sudah dikenal oleh korban. Ini terjadi di Desa Tambak Agung Ares, Kecamatan Ambunten, sumenep, Kamis 12/04/2018 tersangka melampiaskan nafsu libidonya sebanyak 10 kali.

    Akibat dari kejadian itu, kakek tersebut ditangkap polisi. Pelaku pun terancam dipenjara 15 tahun atas kasus pencabulan anak di bawah umur.

    Baca juga :  Sewakan TKD untuk Kepentingan Pribadi, Ketua BPD Desa Gapura Sumenep Dipolisikan

    Wakapolres Sumenep, Kompol Sutarno mengatakan, tersangka merasa kesepian setelah istrinya meninggal dunia setahun lalu. Kemudian tersangka melampiaskan nafsu libidonya kepada anak-anak.

    “Iya mungkin dikarenanakan anak-anak tidak akan melawan dan juga gampang diajak untuk memenuhi keinginan tersangka,” ujar Sutarno, saat konferensi pers di Mapolres Sumenep, Kamis 12/04/2018 siang.

    Sutarno menjelaskan kronologis pencabulan itu saat korban bersama ibunya datang ke rumah tersangka untuk nonton TV. Kemudian korban mengeluh lapar. Lalu, tersangka mengajak korban ke dapur untuk makan.

    Sesampainya di dapur tersangka mengajak korban ke tempat tidur di dekat dapur. Di tempat tidur tersebut tersangka menyingkap rok dan melepas celana dalam korban.

    Setelah terlepas, kemudian tersangka menyingkap sarungnya dan juga menempelkan alat vitalnya yang sudah tegang ke paha, dan kemaluan bocah bau kencur itu.

    Baca juga :  Sewakan TKD untuk Kepentingan Pribadi, Ketua BPD Desa Gapura Sumenep Dipolisikan

    Tak puas, tersangka lalu menggesek-gesek kemaluannya pada paha dan organ vital korban. Namun, perbuatan tersangka tersebut di ketahui oleh ibu korban, sehingga tersangka tidak sampai memasukkan kemaluannya ke dalam organ vital bocah tersebut.

    “tersangka merasa kesepian setelah istrinya meninggal dunia setahun lalu. Kemudian tersangka melampiaskan nafsu birahinya kepada anak-anak” jelasny kepada media.

    Dari kasus tersebut akhirnya polisi menyita barang bukti (BB) berupa sprei warna orange milik tersangka, baju warna hijau motif batik lengan pendek milik korban dan baju lengan panjang.

    Karena kebejatannya, kakek yang bekerja sebagai petani ini terancam hukuman 15 tahun penjara (fidz).

    COPYRIGHT © 2018 WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan