Kediri  

Setahun Menjabat, Bupati Kediri Serap Ribuan Keluhan dan Aspirasi Warga

Setahun Menjabat, Bupati Kediri Serap Ribuan Keluhan dan Aspirasi Warga
Bupati Kediri Hanindito Himawan Pramana sedang meninjau lokasi pembangunan bandara udara di Kabupaten Kediri

KEDIRI (WartaTransparansi.com) – Menjadi sosok kepala daerah merupakan tugas mulia dan tidak mudah sebagai pelayan masyarakat. Falsafah itulah yang terus dipegang Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana dalam memimpin Kabupaten Kediri.

Tepat satu tahun sudah Bupati dan Wakil Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana dan pasanganya Dewi Maria Ulfa terus bergerak melakukan pembangunan daerah sebagaimana dalam visi misinya saat pemilihan.

Dimana wilayah Kabupaten Kediri memiliki luas wilayah 1.524 km² dengan 1,6 juta penduduk tentunya memiliki tantangan dan persoalan yang beragam.

Secara bertahap, selama satu tahun ini program kerja sebagaimana dalam visi misi bupati yang akrab disapa Mas Dhito itu terus dijalankan. Apalagi dengan adanya proyek pembangunan bandara di Kabupaten Kediri yang direncanakan mulai beroperasi antara 2023-2024 mendatang.

“Jadi kepala daerah tidak boleh banyak bicara tapi harus banyak mendengar,” ucap
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana.

Sejak awal kemunculannya mengikuti kontestasi pemilihan Bupati dan Wakil Bupati akhir tahun 2020 lalu, Bupati Kediri yang akrab disapa Mas Dhito. Memiliki sejumlah persoalan serius yang dihadapi oleh warganya.

Terutama masalah reformasi birokrasi. Selain itu, dirinya juga serius mengunjungi berbagai lokasi selama kampanye untuk menggali isu-isu masyarakat, yang secara agresif mendorong perubahan dalam tatanan pemerintahan di Kabupaten Kediri ke arah yang lebih baik.

Keberadaan bandara udara juga sekaligus mempengaruhi arah misi percepatan pembangunan salah satunya bidang peningkatan infrastruktur dan konektivitas antar wilayah. Dalam hal ini, Bupati berkomitmen untuk mengebut perbaikan jalan-jalan yang melapisi jalan tol, seperti ruas Banyakan, Papar dan Purwoasri.

“Insya Allah sebelum 2023 kalau jalan tol Kediri-Kertosono belum jadi, paling tidak jalan pelapisnya ini sudah kita persiapkan,” tutur Mas Dhito.

Dirinya berkomitmen serius membangun infrastruktur dan mengatasi masalah kerusakan jalan. Bahkan, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Kediri 2021-2026 bertujuan untuk menjaga 89-90% kualitas jalan agar dalam kondisi baik.

Ia juga meyakini upaya yang telah dilakukan masih banyak kekurangan, dan tidak menampik masih banyak aduan masyarakat terkait kerusakan jalan.