Kediri  

Setahun Menjabat, Bupati Kediri Serap Ribuan Keluhan dan Aspirasi Warga

Setahun Menjabat, Bupati Kediri Serap Ribuan Keluhan dan Aspirasi Warga
Bupati Kediri Hanindito Himawan Pramana sedang meninjau lokasi pembangunan bandara udara di Kabupaten Kediri

Namun, proses peningkatan kualitas jalan terus dilakukan. Tidak lupa pihaknya juga meminta maaf kepada masyarakat bilamana selama ini belum bisa menikmati fasilitas jalan yang layak.

“Saya bukan tukang sulap, saya tidak bisa langsung menyulap semuanya jadi bagus,”tegasnya.

Selain infrastruktur jalan, pemberdayaan UMKM tidak kalah pentingnya. Bupati tidak mau dengan adanya bandara, masyarakat Kabupaten Kediri hanya sebagaipenonton. Maka sektor UMKM mendapat perhatian khusus sebagai agen sektor ekonomi. Mulai dari percepatan pengurusan izin hingga dukungan operasional pelaku usaha.

Dalam rangka meningkatkan kapasitas dan kapasitas pelaku usaha agar maju di kelas dan berdaya saing, Pemkab Kediri sedang membangun gerai rumah inkubasi UMKM di Kecamatan Papar dan Pare. Penguatan pelaku UMKM penting dilakukan agar produk UKM dapat memasuki pasar ekspor.

Selanjutnya, berbagai upaya dilakukan di sektor pertanian untuk mewujudkan ketahanan pangan dan swasembada, seperti pembangunan bendungan, pengeboran sumur untuk pengembangan kawasan argopolitan. Kemudian pengembangan program Desa Inovasi Tani Organik (DITO).

Program yang diluncurkan oleh Bupati berusia 29 tahun tersebut bertujuan untuk mengurangi ketergantungan petani pada pupuk kimia. Selain itu, nilai jual produk pertanian organik lebih tinggi. Pertanian organik ini sudah dilakukan oleh kelompok tani lokal di Kabupaten Purwoasri dan mulai merambah ke kecamatan lainnya.

Salah satu produk pertanian yang dihasilkan adalah beras organik. Produk tersebut, selain diperkenalkan di supermarket Kediri juga telah memasuki pasar nasional.

Terpisah, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kediri Bambang Iswahyoedhi mengatakan, apa yang menjadi visi misi atau janji politik Bupati dan Wakil Bupati Kediri sudah berjalan. Meski bentuk kegiatan belum 100 persen. melihat kepemimpinannya yang baru berjalan satu tahun proses itu patut dihargai.

“Kita juga berharap masyarakat jangan menilai bekerja harus langsung berhasil, hargai prosesnya,” harapnya.

Dia melihat program-program kerja sebagaimana dalam visi misi Mas Dhito baik. Program itu tentunya harus diterjemahkan oleh bawahannya untuk menjembatani program ini kepada masyarakat.

Untuk itu, pihaknya berpesan tiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) harus pintar menerjemahkan jangan sampai kebijakan yang bagus, hasil akhirnya justeru tidak bagus. Tandasnya. (abi)