Minggu, 22 Mei 2022
31 C
Surabaya
More
    Jawa TimurKediriSetahun Menjabat, Bupati Kediri Serap Ribuan Keluhan dan Aspirasi Warga

    Setahun Menjabat, Bupati Kediri Serap Ribuan Keluhan dan Aspirasi Warga

    KEDIRI (WartaTransparansi.com) – Menjadi sosok kepala daerah merupakan tugas mulia dan tidak mudah sebagai pelayan masyarakat. Falsafah itulah yang terus dipegang Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana dalam memimpin Kabupaten Kediri.

    Tepat satu tahun sudah Bupati dan Wakil Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana dan pasanganya Dewi Maria Ulfa terus bergerak melakukan pembangunan daerah sebagaimana dalam visi misinya saat pemilihan.

    Dimana wilayah Kabupaten Kediri memiliki luas wilayah 1.524 km² dengan 1,6 juta penduduk tentunya memiliki tantangan dan persoalan yang beragam.

    Secara bertahap, selama satu tahun ini program kerja sebagaimana dalam visi misi bupati yang akrab disapa Mas Dhito itu terus dijalankan. Apalagi dengan adanya proyek pembangunan bandara di Kabupaten Kediri yang direncanakan mulai beroperasi antara 2023-2024 mendatang.

    “Jadi kepala daerah tidak boleh banyak bicara tapi harus banyak mendengar,” ucap
    Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana.

    Sejak awal kemunculannya mengikuti kontestasi pemilihan Bupati dan Wakil Bupati akhir tahun 2020 lalu, Bupati Kediri yang akrab disapa Mas Dhito. Memiliki sejumlah persoalan serius yang dihadapi oleh warganya.

    Baca juga :  Bupati Kediri Minta Rumah Inkubasi Dilengkapi Lapak UMKM

    Terutama masalah reformasi birokrasi. Selain itu, dirinya juga serius mengunjungi berbagai lokasi selama kampanye untuk menggali isu-isu masyarakat, yang secara agresif mendorong perubahan dalam tatanan pemerintahan di Kabupaten Kediri ke arah yang lebih baik.

    Keberadaan bandara udara juga sekaligus mempengaruhi arah misi percepatan pembangunan salah satunya bidang peningkatan infrastruktur dan konektivitas antar wilayah. Dalam hal ini, Bupati berkomitmen untuk mengebut perbaikan jalan-jalan yang melapisi jalan tol, seperti ruas Banyakan, Papar dan Purwoasri.

    “Insya Allah sebelum 2023 kalau jalan tol Kediri-Kertosono belum jadi, paling tidak jalan pelapisnya ini sudah kita persiapkan,” tutur Mas Dhito.

    Dirinya berkomitmen serius membangun infrastruktur dan mengatasi masalah kerusakan jalan. Bahkan, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Kediri 2021-2026 bertujuan untuk menjaga 89-90% kualitas jalan agar dalam kondisi baik.

    Ia juga meyakini upaya yang telah dilakukan masih banyak kekurangan, dan tidak menampik masih banyak aduan masyarakat terkait kerusakan jalan.

    Baca juga :  Sopir Truk Ditangkap Bea Cukai Kediri, Kedapatan Angkut 1,9 Juta Batang Rokok Ilegal

    Namun, proses peningkatan kualitas jalan terus dilakukan. Tidak lupa pihaknya juga meminta maaf kepada masyarakat bilamana selama ini belum bisa menikmati fasilitas jalan yang layak.

    “Saya bukan tukang sulap, saya tidak bisa langsung menyulap semuanya jadi bagus,”tegasnya.

    Selain infrastruktur jalan, pemberdayaan UMKM tidak kalah pentingnya. Bupati tidak mau dengan adanya bandara, masyarakat Kabupaten Kediri hanya sebagaipenonton. Maka sektor UMKM mendapat perhatian khusus sebagai agen sektor ekonomi. Mulai dari percepatan pengurusan izin hingga dukungan operasional pelaku usaha.

    Dalam rangka meningkatkan kapasitas dan kapasitas pelaku usaha agar maju di kelas dan berdaya saing, Pemkab Kediri sedang membangun gerai rumah inkubasi UMKM di Kecamatan Papar dan Pare. Penguatan pelaku UMKM penting dilakukan agar produk UKM dapat memasuki pasar ekspor.

    Selanjutnya, berbagai upaya dilakukan di sektor pertanian untuk mewujudkan ketahanan pangan dan swasembada, seperti pembangunan bendungan, pengeboran sumur untuk pengembangan kawasan argopolitan. Kemudian pengembangan program Desa Inovasi Tani Organik (DITO).

    Baca juga :  Bupati Minta Kontribusi Apersi dalam Pertumbuhan Perekonomian Karesidenan Kediri

    Program yang diluncurkan oleh Bupati berusia 29 tahun tersebut bertujuan untuk mengurangi ketergantungan petani pada pupuk kimia. Selain itu, nilai jual produk pertanian organik lebih tinggi. Pertanian organik ini sudah dilakukan oleh kelompok tani lokal di Kabupaten Purwoasri dan mulai merambah ke kecamatan lainnya.

    Salah satu produk pertanian yang dihasilkan adalah beras organik. Produk tersebut, selain diperkenalkan di supermarket Kediri juga telah memasuki pasar nasional.

    Terpisah, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kediri Bambang Iswahyoedhi mengatakan, apa yang menjadi visi misi atau janji politik Bupati dan Wakil Bupati Kediri sudah berjalan. Meski bentuk kegiatan belum 100 persen. melihat kepemimpinannya yang baru berjalan satu tahun proses itu patut dihargai.

    “Kita juga berharap masyarakat jangan menilai bekerja harus langsung berhasil, hargai prosesnya,” harapnya.

    Dia melihat program-program kerja sebagaimana dalam visi misi Mas Dhito baik. Program itu tentunya harus diterjemahkan oleh bawahannya untuk menjembatani program ini kepada masyarakat.

    Untuk itu, pihaknya berpesan tiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) harus pintar menerjemahkan jangan sampai kebijakan yang bagus, hasil akhirnya justeru tidak bagus. Tandasnya. (abi)

    Reporter : Moch Abi Madyan
    Penulis :
    Editor :
    Redaktur :
    Sumber : WartaTransparansi.com

    KOMENTAR

    Berita Menarik Lainya

    Jangan Lewatkan