SURABAYA (WartaTransparansi.com) – Dalam Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) baru di tahun 2022, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengingatkan jajarannya agar jangan pernah merasa berada di zona nyaman.
Pada kesempatan itu, Wali Kota Eri memberikan arahan penting yang harus dilakukan oleh staf pemkot dalam menjalankan amanahnya itu. Awalnya, ia meminta kepada seluruh jajaranya untuk meminta ridho dan doa restu dari orang tuanya masing-masing.
“Di awal tahun 2022 ini, semua untuk terus bersemangat dan berempati melayani seluruh warga Kota Surabaya. Saya minta agar seluruh jajaran bisa langsung turun dan mendekatkan diri kepada masyarakat,” tegas Eri, Selasa (4/1/2022).
Ia juga mengingatkan agar seluruh jajarannya bisa menghormati dan melanjutkan perjuangan-perjuangan para pemimpin Surabaya sebelumnya.
“Waktunya kita melakukan perbaikan dan perjuangan untuk mengoptimalkan apa yang sudah beliau lakukan di Surabaya. Karena itu saya membutuhkan inovasi untuk warga Surabaya, maka jangan pernah dalam zona nyaman,” tegasnya.
Eri menegaskan bahwa tidak akan mencopot atau mengganti pejabat struktural di lingkungan Pemkot Surabaya. Namun, apabila melakukan rotasi, bagi dia merupakan hal biasa yang dilakukan setiap dua tahun sekali dan maksimal tiga tahun sekali.
“Karena semua OPD punya output dan outcome berbeda-beda yang harus dipertanggung jawabkan,” ujarnya.
Wali Kota juga meminta kepada seluruh Camat, Lurah, dan penanggung jawab OPD untuk bisa memberikan solusi dan pelayanan terbaik untuk masyarakat. Apalagi, dia mengaku ingin tahu apakah Camat, Lurah, dan jajaran PD itu bisa memberikan solusi bagi warga yang kesusahan atau tidak.





