Agustus Dan September Pokmaswas Pantai Cemara Lepasliarkan Ribuan Tukik

Agustus Dan September Pokmaswas Pantai Cemara Lepasliarkan Ribuan Tukik
Ketua Pokmaswas pantai Cemara Mokhammad Muhyi

Banyuwangi (WartaTransparansi.com) – Beberapa obyek wisata pantai cantik dan mempesona dengan keindahannya yang bisa memikat para traveller berkunjung di ujung timur pulau Jawa, Tetapi bukan hanya pantai cantik saja yang menarik wisatawan mancanegara maupun domestik berkunjung di

Destinasi konservasi satwa yang di lindungi seperti penyu menjadi daya tarik tersendiri bagi traveller Di karenakan traveller yang datang di destinasi konservasi bisa belajar dan mengenal penyu mulai dari penangkaran sarang telur, penangkaran dan pembesaran tukik hingga sampai dilepasliarkan ke alam bebas. Di Banyuwangi wilayah kota terdapat destinasi konservasi penyu yang terletak di pantai cemara Lingkungan rowo, Kelurahan Pakis.

Munculnya wisata konservasi berkat kepedulian masyarakat nelayan lokal menyalamatkan sarang telur penyu dari binatang predator seperti biawak. Setelah di selamatkan sarang telur langsung di tangkar selama 46 hari sampai menetas lalu tukik di tangkar sendiri sampai masa pelepas liaran. Selain itu, konservasi disini selain menjadi obyek wisata juga sebagai tempat edukasi kepada wisatawan untuk mengenal jenis penyu yang di tangkar.

Mokhammad Muhyi selaku kepala kelompok masyarakat dan pengawas (POKMASWAS) mengatakan dirinya bersama kelompoknya merintis dalam menciptakan wisata konservasi sejak tahun 2014 dengan mencoba satu sarang telur penyu sebanyak 101 butir dengan hasil penetasan sebanyak 89 ekor tentunya kami berkelanjutan melakukan konservasi ini. Penyu yang ada disini adalah jenis penyu lengkang. Sekarang di tempat penakaran tukik masih ada sekitar 700 ekor tukik yang siap untuk di lepasliarkan. Di karenakan bulan – bulan kemarin pantai kami terkena abrasi yang menghancurkan bangunan penangkaran sarang telur hingga sarang yang kami tangkar juga di sapu hanyut terbawa arus air laut,” ujar Muhyi. Minggu (20/09/2020).