Agustus Dan September Pokmaswas Pantai Cemara Lepasliarkan Ribuan Tukik

Agustus Dan September Pokmaswas Pantai Cemara Lepasliarkan Ribuan Tukik
Ketua Pokmaswas pantai Cemara Mokhammad Muhyi

Kata Muhyi meneruskan bahwa untuk perkembangan selanjutnya seusai abrasi tempat penangkaran kami betulkan sekedarnya agar kami bisa menangkar kembali dan untuk pemantauan penyu kelompok kami siaga mengawasi setiap malam di pantai secara bergantian.

Penetasan penyu disini hampir 80% hidup dan siklus penetasan disini setiap tahunnya semakin berkembang awal pada tahun 2014 kita mencoba sebanyak 101 butir telur yang menetas 89, tahun 2015 telur 1300 butir menetas 900, tahun 2016 telur 2000 butir menetas 1650, tahun 2017 telur 4500 butir menetas 4300, tahun 2018 telur 3250 butir menetas 3150 dan tahun 2019 telur 5058 butir menetas 4224. Untuk tahun 2020 bangunan tempat penangkaranya hancur terkena abrasi.

Untuk data pelepasliaran kelompok kami pada tahun 2014 melepas sebanyak 80 ekor, tahun 2015 melepas 850 ekor, tahun 2016 melepas 1500 ekor, tahun 2017 melepas 4000 ekor, tahun 2018 melepas 3000 ekor dan tahun 2019 melepas 4058 ekor. Pelepasliaran tukik kami lakukan di bulan Agustus dan September,” tambah Muhyi.

Sebelum masa pandemi covid 19, tempat konservasi kami ramai di kunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara untuk melihat dan belajar tentang tata cara penangkaran dan pembesaran selain wisatawan juga ada mahasiswa dari beberapa kampus yang datang untuk belajar tata cara penangkaran dan pembesaran penyu yang benar. Disini selain konservasi penyu kami juga lakukan konservasi dan pembibitan mangrove dan cemara udang,” pungkas Muhyi. (Yin)