Direktur RSUD Dr. Soetomo dr. Joni Wahyuhadi, Rekam Medik Bacakada Ada Di KPU

Direktur RSUD Dr. Soetomo dr. Joni Wahyuhadi, Rekam Medik Bacakada Ada Di KPU
Direktur RSUD Dr. Soetomo Surabaya dr. Joni Wahyuhadi

SURABAYA (WartaTransparansi.com)  – Ketua Tim Kuratif Penanggulangan Covid-19 Pemprov Jawa Timur sekaligus Direktur RSUD Dr. Soetomo Surabaya dr. Joni Wahyuhadi menyatakan bahwa tidak ada yang ditutup tutupi menyangkut soal hasil tes kesehatan terhadap bakal calon Walikota – Wakil Walikota dan Bupati – Wakil Bupati yang tengah menjalani tes kesehatan di RSUD Dr. Soetomo Surabaya.

Semua hasil rekam medik bacakada itu ada di KPU dan KPU lah yang berwenang untuk merelease. Kami tidak punya kompetensi untuk mengumumkan, kata dr. Joni ketika ditemui di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu (9/9/2020). RSUD Dr. Soetomo hanya menjalankankan saja atas permintaan dari KPU. .

Dalam situasi seperti ini kita harus disiplin menjalankan protokol kesehatan. Dalam Rakor dengan Menkopolhukam tentang kesiapan Pilkada serebtak, tadi Pak Machfud MD,  sudah menyampaikan bahwa ada 58 bakal calon kepala daerah yang terkena Covid-19 se Indonesia. Ini harus menjadi kewaspadaan kita. kata dr. Joni.

Sementara itu tim pemenangan, bacawali Surabaya Machfud Arifin-Mujiaman Sukirno menyatakan belum menerima hasil swab yang mereka jalani di Graha Amerta RSU dr Soetomo, Senin (7/9) lalu.

“Kita belum tahu hasil swab dari Machfud-Mujiaman baik dari KPU maupun RSU dr Soetomo,” kata Ketua Tim Pemenangan Machfud-Mujiaman, Miratul Mukmini (Gus Amik) di Surabaya ketika ditemui wartawan.

Gus Amik membeberkan kondisi Machfud-Mujiaman yang banyak mendapat tudingan miring. Menurut Gus Amik, secara khusus Cawali Machfud Arifin memang sempat menjalani isolasi mandiri sejak 25 Agustus lalu. Hal itu sebabkan adanya salah satu anggota tim pemenangan yang ternyata reaktif setelah dilakukan rapid test.

“Pak Machfud kondisinya sehat walafiat. Tetapi, beliau berinisiatif untuk melakukan karantina karena salah satu tim yang bersangkutan (Reaktif rapid test) termasuk tim pemenangan utama,” terangnya.

Gus Amik kemudian menjelaskan sehari menjelang paslon Machfud-Mujiaman mendaftar di KPU Surabaya atau pada 5 September, keduanya melakukan tes swab.

Cawali Machfud Arifin menjalani tes swab di National Hospital. Hasilnya, Machfud dinyatakan negatif COVID-19. Di hari yang sama, Cawawali Mujiaman juga menjalani tes swab di RS Premier Surabaya dan hasilnya negatif.

Pada 6 September, Machfud-Mujiaman mendaftar di kantor KPU Kota Surabaya di Jalan Adiyawarman. Semua berkas pencalonan yang dibutuhkan sudah diserahkan, termasuk hasil swab yang menyatakan paslon tersebut negatif. (min)