Oleh : Dr Agus Raikhani, MM
Memahami Pemasaran
Keberlangsungan usaha dalam skala skala kecil UMKM maupun skala besar perusahaan tidak bisa dilepaskan dari pemasaran. Kegiatan pemasaran memegang peranan penting dalam setiap usaha untuk mencapai tujuan dan menjaga kelangsungan usaha. Kotler dan keller, menjelaskan bahwa pemasaran adalah “suatu proses sosial dan manajerial yang membuat individu dan kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan lewat penciptaan dan pertukaran timbal balik produk dan nilai dengan orang lain “.
Sementara pemasaran menurut Brech, adalah ” proses menentukan permintaan konsumen atas sebuah produk produk atau jasa tersebut dan mendistribusikanya pada konsumen akhir dengan memperoleh laba ”. Demikian juga beberapa pendapat pakar tentang definsi pemasaran yang secara substansi sama dengan pendapat diatas dalam pendekatan yang berbeda.
Kegiatan pemasaran bagi UMKM dan perusahaan adalah sebagai usaha untuk mencapai tujuan, mengembangkan usaha, mendapatkan laba serta mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan.
Disisi lain pemasaran bagi pelanggan memiliki arti sebagai media informasi, penyampaian nilai dan menjaga hubungan yang baik pelanggan dengan perusahaan. Pelanggan akan mengetahui berbagai informasi dan referensi mengenai suatu produk dari perusahaan melalui komunikasi pemasaran yang dilakukan.
Betapa besar dan pentingnya pemasaran karena merupakan ujung tombak yang berhubungan langsung dengan pelanggan dengan harapan terjalin hubungan yang baik antara perusahaan dengan para pelanggannya.
Esensi pemasaran adalah mencakup siapa yang memasarkan, siapa yang membeli, apa kebutuhan dan keinginan pelanggan, apa yang dipertukarkan, bagaimana pertukaran menciptakan nilai.
Sedangkan market ( pasar ) menurut Mullins, adalah bukan hanya mengacu pada tempat terjadinya transaksi atau bertemunya pembeli dan penjual, tetapi lebih pada penekanan individu atau organisasi yang tertarik dan bersedia membeli produk atau jasa tertentu untuk mendapatkan manfaat yang bisa memuaskan kebutuhan dan keinginanya serta mereka yang memiliki sumber daya ( waktu dan uang ) untuk terlibat dalam transaksi.
Pemasaran yang tepat dan direncanakan dengan baik akan membuat produk dapat diterima dengan baik pula oleh pelanggan. Penerimaan yang baik oleh pelanggan berpotensi secara jangka panjang menjadikan keberlangsungan sustanability usaha UMKM maupun perusahaan bisa terjaga dengan baik dalam segala kondisi.
Bagaimana pemasaran dalam situasi pandemi
Situasi pandemi dengan segala dampaknya berpengaruh sangat besar diseluruh lini kehidupan manusia pun tidak terkecuali pada dunia usaha. Seperti diketahui dunia usaha adalah adalah dunia yang terus berkembang dari waktu ke waktu dengan setiap individu menjalankan usaha senantiasa mencari jalan untuk selalu memperoleh sesuatu yang menguntungkan dari sebelumnya.
Pembatasan – pembatasan kegiatan yang dilakukan oleh Pemerintah dalam situasi ini merupakan kewajaran sebagai langkah untuk mengurangi resiko penyebaran wabah. Namun apa yang kemudian terjadi pada situasi ini? orang tidak banyak beraktivitas di luar rumah, anak sekolah belajar dirumah, karyawan bekerja di rumah, pekerja pabrik diliburkan atau mengalami pengurangan jam kerja. Hal ini tentu merupakan konsekwensi akibat situasi pandemi dan memang sesuatu yang harus dilakukan selama wabah belum bisa dikendalikan.
Pandemi memaksa frekwensi pertemuan secara fisik antara pelaku dunia usaha UMKM dengan pelanggan menjadi berkurang, padahal pada kondisi normal sebelumnya frekwensi pertemuan menjadi media efektif utamanya pada proses penjualan. Situasi ini pasti menekan dunia usaha dan memaksa para pebisnis utamanya UMKM untuk terus mampu bertahan dan terpaksa harus tahan banting.
Pemilik usaha harus mampu memutar otak dan cerdas untuk menjaga kondisi keuangan supaya selalu tetap prima dengan harus mencari akal supaya tetap terjadi transaksi walau tanpa perlu saling bertatap muka.
Era new normal yang sudah digaungkan Pemerintah dengan standart protokol kesehatan maksimal dan membawa dampak pada mulai dilonggarkan pembatasan – pembatasan dengan harapan aktivitas kegiatan manusia mulai kembali terjadi dengan sehingga lebih memungkinkan terjadi transaksi . Dengan mulai bergairahnya transakasi maka roda dunia usaha juga diharap akan terkerek naik, ada pendapatan sehingga masyarakat mempunyai uang lagi untuk bertransaksi.
Proses transisi kehidupan new normal ternyata juga membawa banyak perubahan kebiasaan ditengah masyarakat. Diantara dampak karena situasi pandemi dengan era New normal adalah peredaran uang kartal yang terus melambat akibat masyarakat beralih ke uang digital.
Masyarakat juga lebih memilih belanja secara online, pembayaran di Mall menggunakan kartu kredit, pengguna jasa transportasi menggunakan e-tol , itu dilakukan masyarakat sebagai respon pada kondisi saat ini dan tentu saja atas himbauan Pemerintah.
Perubahan keadaan ini, harus dijadikan momentum bagi UMKM untuk masuk kedalam ekosistem baru yang disebut ekosistem digital. Perubahan perilaku masyarakat diatas harus menjadi pembelajaran bagi UMKM untuk berpindah pada momentum pemikiran menuju “ Era untuk memenuhi selera pembeli” agar keberlangsungan usaha bisa selalu terjaga.
Pelanggan dan pemasaran ?
Meningkatkan kualitas layanan merupakan satu upaya yang mesti dilakukan seluruh pelaku usaha termasuk UMKM dalam memberi kepuasan pada pelanggan. Mengharapkan pelanggan puas tentu yang diharapkan adalah tindak lanjutnya dengan adanya sikap loyal pelanggan terhadap apapun yang kita tawarkan pada mereka.
Sementara secara definitif kualitas adalah usaha untuk memenuhi atau melebihi apa yang diharapkan pelanggan. Goesch and davis, menjelaskan, “ kualitas merupakan kondisi dinamis yang berhubungan dengan produk, jasa dan manusia , proses dan lingkungan yang memenuhi atau melebihi harapan “.





