Pemasaran tidak bisa dilepaskan dari bagaimana memahamai pelanggan dan memuaskan pelanggan, karena pemasaran dimulai sejak sebelum barang diproduksi, bukan dimulai pada saat produksi selesai, juga tidak berakhir dengan kegiatan penjualan.
Pemasaran sebagai sistem keseluruhan dari kegiatan usaha yang ditujukan untuk merencanakan,menentukan harga, mempromosikan, mendistribusikan barang dan jasa yang dapat memuaskan kebutuhan, kepada pembeli yang ada maupun pembeli potensial. Pemasaran berorientasi pada seluruh kegiatan usaha ke arah kepuasan pelanggan untuk memenuhi kebutuhan pembeli.
Pendapat para ahli tersebut mengisyaratkan bahwa pemahaman terhadap pemasaran adalah beranekaragam berdasar dari sisi kecenderungan yang diamati, namun substansi tetap sama dan saling melengkapi.
Setelah memahami pemasaran maka UMKM agar bisa ” survive ” dalam menjalankan aktivitas usaha akan akan memilih untuk menganut sebuah konsep atau falsafah yang diyakini mampu memberikan kepuasan dengan terpenuhinya kebutuhan dan keinginan pelanggan. Diantara konsep itu adalah :
Menggunakan Konsep Produksi
Konsep produksi adalah konsep yang berorientasi pada proses produksi (internal), yang berasumsi bahwa para konsumen akan menyukai produk yang tersedia secara luas dan rendah harganya. Bila pengusaha UMKM menggunakan konsep produksi sebagai dasar dalam setiap kegiatan, maka mindset UMKM harus berorientasi bagaiman produksi mencapai efisiensi yang tinggi, serta bagaimana mendapatkan cakupan distribusi yang luas.
Untuk mencapainya maka UMKM harus fokus pada bagaimana supaya biaya produksi serendah mungkin sehingga mampu menjual dengan harga semurah- murahnya dan sebisa mungkin produksi selalu tersedia pada pasar- pasar yang dituju.
- Menggunakan konsep produk
Konsep produk adalah konsep yang berasumsi bahwa konsumen akan menyukai produk yang memberikan kualitas dan fitur (feature). Menggunakan ini para pengusaha UMKM harus punya orientasi dan memusatkan energinya pada kualitas produk yang dihasilkan secara terus-menerus dan pada inovasi.
Konsekwensinya adalah kualitas harus selalu berkembang dan kualitas harus terkendali. Promosi harus gencar dilakukan dalam rangka mempengaruhi konsumen agar penjualan mengalami peningkatan. Pemetaan terhadap konsumen yang menyukai produk berkulitas akhirnya mengarahkan pada segmentasi pasar.
Menggunakan konsep penjualan
Konsep penjualan adalah pendekatan yang lazim diambil oleh pengusaha UMKM terhadap pasar. Konsep penjualan mempunyai asumsi bahwa konsumen jika dibiarkan sendiri, maka tidak akan membeli banyak pada produk yang kita jual, oleh sebab itu pada penggunaan konsep ini UMKM harus melakukan usaha penjualan dan promosi yang gencar dan efektif.
Kalau perlu secara lebih vulgar, konsumen perlu dibujuk dan dipengaruhi agar mau membeli produk yang kita jual dengan teknik – teknik tertentu. UMKM harus jeli menentukan siapa konsumen yang menjadi sasaran produk kita.
Konsep pemasaran
Konsep pemasaran adalah suatu filsafat usaha yang muncul dan berbeda dengan konsep terdahulu.. Konsep pemasaran ini berorientasi pada kepentingan pelanggan (exsternal). Penganut falsafah ini mempersepsikan bahwa konsumen akan membeli produk yang mampu memenuhi kebutuhan dan keinginan nya serta memberikan kepuasan.
Oleh sebab itu bilamana UMKM menggunakan falsafah konsep pemasaran dalam aktivitas produksinya maka, sebelum melakukan aktivitas produksi selalu berusaha untuk mencari informasi detail siapa pelanggan kita, produk apa yang dicari, berapa jumlahnya, berapa jumlahnya dan kulitas bagaimana yang diinginkan.
Situasi yang sangat sulit seperti pada situasi pandemi bisa menjadi contoh pengusaha yang membuat masker, pengusaha yang mebuat obat herbal, pengusaha yang membuat aneka produk yang memberi efek kesehatan tetap bisa eksis meraih untung dan tetap bisa berkembang.
Konsep Pemasaran Sosial
Konsep pemasaran sosial berorientasi bahwa konsumen tidak hanya harus mampu dipenuhi kebutuhan dan keinginanya, tetapi konsumen juga berharap setiap produk yang dihasilkan dan dijual pada konsumen itu berkontribusi pada upaya menghindari terjadinya kerusakan lingkungan, ledakan pertumbuhan penduduk, kelaparan dan kemiskinan di dunia, serta pelayanan sosial yang terabaikan.
Oleh sebab itu pengusaha UMKM dituntut untuk memberikan label tertentu, seperti kelayakan edar pangan, sertifikasi halal, label POM maupun ISO. Kampanye kampanye terhadap bantuan sosial menjadi isu isu yang harus dipublikasikan oleh UMKM maupun pengusaha.
Dengan memahami lebih (dalam) pemasaran maka diharapkan dunia usaha UMKM tidak jatuh berguguran , rontok karena mendapatkan hantaman krisis yang datang secara tiba- tiba, tapi malah justru menjadi momentum untuk mampu bangkit dan berdiri tegak, karena sektor UMKM terbukti tangguh menghadapi badai krisis pada era 1998.
Bidang alat kesehatan, jamu herbal, alat pelindung diri, alat olah raga, bisnis peternakan ikan hias disaat krisis ini sebagai contoh usaha UMKM yang masih bisa meraup untung. Oleh sebab itu kedepan hal terkait kemasan produk higienis, pelayanan transportasi on-line, pembayaran non tunai menjadi pilihan utama konsumen dalam memilih produk, sekarang bagaimana kita memilih falasafah pemasaran dengan segala konsekwensinya sebagai pilihan untuk bisa bertahan dan sebagai pemenang ? Wassalam .
Dr Agus Raikhani, MM (Staf Pengajar Fakultas Teknik Universitas Darul ‘Ulum Jombang dan pendamping UKM)





