BANYUWANGI – Pengurus DPD ll Partai Golkar Kabupaten Banyuwangi diminta segera melakukan konsolidasi atas kinerja yang kurang bagus berdasarkan hasil Pemilu Legislatif (Peleg) 2019 lalu.
“Kita kehilangan dua kursi di DPRD Banyuwangi, dari yang semula tujuh kursi menjadi lima kursi, meskipun Golkar masih punya jatah wakil ketua,” kata Sekretaris DPD l Partai Golkar Jawa Timur Sahat Tua Simanjuntak, SH, Jumat (23/8/2019) siang tadi.
Sahat berada di Banyuwangi untuk melihat dari dekat pelaksanaan rapat pleno dengan agenda tunggal penetapan calon pimpinan dewan.
Menurutnya, dalam kurun waktu setengah tahun terakhir setidaknya pengurus DPD Provinsi dua kali sambang ke Banyuwangi yakni saat menjelang pelaksanaan Pileg lalu.
Saat itu Plt Ketua Pak Zainudin Amali bahkan sudah menjanjikan, jika Banyuwangi mencapai 10 kursi maka Gokar akan mengusung kadernya sendiri dalam Pilkada serentak 2020.
“Ketika itu Ketua DPD Banyuwangi menjanjikan 10 kursi tersebut. Hari ini pengurus DPD datang lagi, namun dilapori ketua bahwa kursi di DPRD malah hilang dua. Ini harus menjadi perhatian serius Ketua dan segenap jajarannya,” jelas Ketua FPG DPRD Jawa Timur itu.
Sahat Tua Simanjuntak meminta agar pengurus Golkar Banyuwangi serius menyikapi persoalan ini. Tantangan partai ke depan juga semakin berat lantaran kompetitor kita juga tidak tinggal diam.
“Kerja kerja politik harus lebih ditingkatkan. Selain itu evaluasi menyeluruh perlu dilakukan,” tegas Sahat.





