Surabaya – Jajaran Pemerintah Kota Surabaya terdiri dari Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan para Camat se Kota Surabaya, menandatangani pakta integritas dan perjanjian kinerja via elektronik di ruang sidang Wali Kota Surabaya, Selasa (26/3/2019).
Berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya yang masih menggunakan tandatangan manual, kali ini, penandatanganan pakta integritas dan perjanjian kinerja dilakukan via elektronik. Para pejabat itu diminta untuk mengakses sebuah akun yang sudah diberi username khusus.
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan, ketika masuk dalam pemerintahan, seharusnya belajar tentang administrasi dan pengelolaan keuangan. Hal ini dinilai penting supaya lebih teliti dalam pengaturan administrasi dan pengelolaan keuangan.
“Kita tidak boleh teledor. Tolong mulai sekarang kita tidak boleh bilang ini buru-buru dan sebagainya, tidak ada kata itu. Tetap harus teliti,” pesannya.
Risma juga meminta kepada jajarannya untuk tidak pernah malu untuk belajar dan bertanya tentang hal-hal yang tidak dimengerti. Bahkan, ia juga meminta supaya jajarannya itu tidak pernah sombong atau merasa paling tau.
“Aku biasanya kalau tidak ngerti mesti tanya. Jangan merasa dirinya paling benar dan paling mengerti. Jadi, kalau tidak mengerti tolong tanya,” tegasnya.





