Surabaya – Gubernur Jatim Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menekankan akan pentingnya sebuah verifikasi dan validasi data dalam pencapaian pelaksanaan 10 Program Pokok Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur.
Pasalnya, kegiatan verifikasi dan validasi data tersebut diperlukan mengingat setiap daerah mempunyai potensi dan permasalahan masing-masing.
Kesemua Program Pokok PKK tersebut merupakan program prioritas, hanya penajamannya yang harus disesuaikan dengan potensi dan permasalahan yang ada di daerah dan dijadikan sebagai strategis khusus untuk menyelesaikannya, ujar Gubernur Jatim Khofifah saat memberikan sambutan di acara Pelantikan dan Serah Terima Jabatan Ketua TP. PKK Provinsi Jawa Timur Masa Bhakti 2019-2024 di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Selasa (19/2/2019).
Gubernur Khofifah yang juga menjabat sebagai Ketua Pembina TP. PKK Provinsi ini menjelaskan, selain harus menguasai data, PKK juga harus bersinergi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan menyesuaikan dengan program-program pemerintah yang ada.
Seperti halnya tentang stunting yang terdapat di sebelas kabupaten di Jatim. Melihat kondisi itu, Gubernur Khofifah berharap kepada Ketua TP. PKK Kabupaten/Kota bisa lebih fokus untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.
Ketua TP PKK bisa memfokuskan 10 Program Pokok PKK di lini kesehatan dan dikoordinasikan dengan dinas kesehatan daerah, dinas kesehatan provinsi, TP PKK Provinsi. Karena permasalahan stunting merupakan permasalahan nasional, jelasnya.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah juga menyinggung soal tingginya jumlah tenaga kerja wanita (TKW) di Jawa Timur.
Pahlawan pengumpul devisa tersebut berasal dari Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Malang, Kabupaten Bangkalan, Kabupaten Sampang, Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Trenggalek, serta Kabupaten Blitar.
Melihat kondisi tersebut, Gubernur Khofifah berharap agar persoalan tersebut bisa ditangani lebih spesifik.
Apalagi persoalan tersebut menyangkut beberapa permasalahan, seperti pengasuhan anak serta masalah kesehatan anak akibat ditinggalkan orang tua. (min)





