MAGETAN, WartaTransparansi.com – Data statistik sejak tahun 2017 hingga saat ini menunjukkan jumlah tanaman jeruk pamelo di Kabupaten Magetan mengalami penurunan yang cukup signifikan.
Beberapa faktor penyebabnya antara lain fenomena iklim yang tidak menentu serta kondisi agroklimat yang tidak stabil, sehingga memicu serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) dan menyebabkan banyak tanaman mati.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Magetan, Ir. Uswatul Chasanah, MMA. Menurutnya, pihaknya terus berupaya meningkatkan dan mempertahankan produksi jeruk pamelo di Magetan.
“Jeruk pamelo adalah ikon Kabupaten Magetan yang harus dilestarikan,” ujarnya.
Sesuai Peraturan Bupati (Perbub) Nomor 85 Tahun 2008 tentang Pengembangan Budidaya Jeruk Pamelo di Kabupaten Magetan, DTPHP melakukan berbagai upaya pengembangan.
Di antaranya melalui pemberian bantuan benih bersertifikat dan bebas hama penyakit kepada para petani, serta mendorong budidaya yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Selain itu, DTPHP juga melakukan pendampingan dan pelatihan budidaya jeruk pamelo yang baik dan benar. Dalam pelaksanaannya, Pemerintah Kabupaten Magetan bekerja sama dengan BRIN dan BRMP Jestro guna mendukung penguatan teknologi dan inovasi pertanian.
Pendampingan teknologi dilakukan oleh penyuluh pertanian lapangan (PPL) melalui strategi pengamatan blok, dengan pendekatan budidaya ramah lingkungan sebagai acuan bagi petani di wilayah sekitar.
Untuk memberikan nilai tambah produk, DTPHP juga menggelar pelatihan pengolahan berbahan dasar jeruk pamelo bagi masyarakat. Selain itu, festival pamelo rutin digelar sebagai bentuk apresiasi kepada para petani sekaligus upaya promosi komoditas unggulan daerah tersebut.
Menurut Uswatul Chasanah, seluruh program tersebut akan berhasil apabila mendapat dukungan dan partisipasi aktif dari para petani serta pihak-pihak terkait.
“Dengan kerja sama yang baik dari semua pihak, diharapkan tanaman jeruk pamelo dapat kembali berjaya sehingga kesejahteraan petani meningkat,” pungkasnya.
(rud/min)





