SIDOARJO, Wartatransparansi.com – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Kapolda Jawa Timur menggelar Panen Raya Jagung Serentak Kuartal IV Tahun 2025 dalam rangka Mendukung Swasembada Pangan 2026 di Desa Kedensari, Kec. Tanggulangin, Kab. Sidoarjo, Kamis (8/1).
Panen raya ini turut disaksikan secara daring oleh Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Sementara itu, pada kesempatan tersebut Gubernur Khofifah bersama Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto melakukan panen jagung di lahan seluas 3.000 meter persegi dari total hamparan 1 hektare. Dari luasan tersebut, panen diproyeksikan menghasilkan sekitar 3 ton jagung, sebagai bagian dari Panen Raya Jagung Serentak Kuartal IV tahun 2025 yang menjadi penguat ketahanan pangan daerah.
“Alhamdulillah, Indonesia oleh Pak Presiden Prabowo telah dinyatakan swasembada pangan. Kita sudah swasembada beras, hari ini panen jagung, dan target swa sembada jagung bisa dicapai tahun 2026,” kata Gubernur Khofifah.
Pihaknya menyebut panen raya jagung ini sebagai bukti nyata konsistensi pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional dan regional. Yang mana, Jawa Timur serius mendukung visi nasional melalui produksi komoditas strategis.
“Luas baku sawah di Jawa Timur mencapai 1.207.997 Ha. Angka ini terdiri dari lahan irigasi seluas 719.598 Ha atau sekitar 59,57% dan lahan non irigasi/tadah hujan seluas 488.379 Ha atau 40,43%,” terangnya.
Merujuk Angka Sementara BPS 2025, yang di publish pada 5 Januari 2026, luas panen jagung di Jawa Timur mencapai 755.417 Ha dengan provitas 6,07 Ton/Ha dan produksi Jagung Pipilan Kering (JPK) pada kadar air 28% sebanyak 6.203.461 ton.
Sementara, produksi Jagung Pipilan Kering (JPK) pada kadar air 14% mencapai 4.585.921 ton. Rata-rata harga jagung tingkat produsen berada di angka 5.985 kg menurut Laporan Pelayanan Informasi Pasar. Realisasi Tanam Jagung Jawa Timur pada 2025 mencapai 990.011 Ha.





