Fasilitas Terbaik di Jatim, Khofifah Harap edOTEL SMKN 1 Jombang Segera Beralih ke BLUD

Fasilitas Terbaik di Jatim, Khofifah Harap edOTEL SMKN 1 Jombang Segera Beralih ke BLUD

“Ini bentuk keberpihakan negara, agar proses belajar berlangsung lebih kondusif sekaligus bermutu,” terangnya.

Pendidikan, kata Gubernur Khofifah adalah ikhtiar panjang yang hasilnya mungkin tidak langsung dirasakan hari ini, melainkan akan dituai oleh generasi mendatang. Oleh karena itu, peresmian rehabilitasi dan revitalisasi sarana prasarana hari ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan sebuah investasi peradaban.

Momentum ini menjadi penanda transformasi pendidikan Jawa Timur yang lebih luas. Di mana pembangunan tidak berhenti pada pemenuhan fasilitas, melainkan diarahkan untuk memperkuat kualitas pembelajaran, memperdalam makna belajar, serta menyiapkan generasi yang tangguh menghadapi kompleksitas masa depan.

“Inilah wujud nyata komitmen kita dalam menjaga martabat pendidikan sekaligus merawat masa depan anak-anak kita,” ujarnya.

Sekolah adalah ruang tumbuh, tempat nilai, karakter, dan mimpi anak-anak kita dirajut. Karena itu, ketika pemerintah melakukan rehabilitasi dan revitalisasi sekolah, sesungguhnya yang sedang kita lakukan adalah menjaga martabat pendidikan sekaligus merawat masa depan generasi penerus.

Program ini tidak berhenti pada perbaikan sarana dan prasarana, melainkan juga diarahkan untuk menciptakan ekosistem belajar yang sehat mencakup ruang kelas yang aman, sanitasi yang layak, fasilitas penunjang pembelajaran yang memadai, serta suasana sekolah yang ramah anak. Dengan demikian, rehabilitasi dan revitalisasi sekolah benar-benar menjadi bagian dari upaya menyeluruh dalam meningkatkan mutu pendidikan dan menjaga masa depan generasi.

“Kita menyiapkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga siap melanjutkan pendidikan, berkarya, dan berkontribusi bagi masyarakat,” katanya.

Di sisi lain, Gubernur Perempuan Pertama di Jatim ini selalu menegaskan bahwa sarana dan prasarana yang baik tidak akan bermakna tanpa jiwa pendidikan di dalamnya. Jiwa itu hadir pada para guru yang mengajar dengan hati, pada kepala sekolah yang memimpin dengan keteladanan, serta pada murid-murid yang belajar dengan semangat, disiplin, dan akhlak yang baik.

Di kesempatan ini, Gubernur juga memberikan bantuan biaya pendidikan bagi 30 anak berprestasi dari keluarga tidak mampu asal Kabupaten Jombang, Nganjuk dan Blitar. Masing-masing anak menerima bantuan senilai Rp 1 juta.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai menyampaikan revitalisasi dan rehabilitasi Sarpras sekolah di wilayah Kabupaten Jombang, Nganjuk dan Blitar ini merupakan upaya pemerintah dan pemerintah provinsi Jawa Timur untuk terus memberikan pemerataan pendidikan yang layak.

“Mudah-mudahan dengan fasilitas yang baru semakin mendukung proses pembelajaran sehingga guru dan murid sama-sama bisa menikmati pelayanan pendidikan dengan baik dan tentu kita inginkan hasilnya juga lebih baik,” kata Aries.

Pada revitalisasi dan rehabilitasi Sarpras sekolah ini juga dilakukan pembangunan berbagai fasilitas baru untuk mendukung pembelajaran yang lebih modern dan relevan dengan kebutuhan saat ini. Oleh sebab itu Aries meminta agar seluruh warga sekolah turut serta menjaga fasilitas penunjang dan sarpras yang telah direvitalisasi dan direhabilitasi. (*)

Penulis: Amin Istighfarin