Khofifah Luncurkan MAMA MAU NAIK KELAS, 60 Sekolah se-Madura Direvitalisasi

Khofifah Luncurkan MAMA MAU NAIK KELAS, 60 Sekolah se-Madura Direvitalisasi

SAMPANG, WartaTransparansi.com – Khofifah Indar Parawansa menginisiasi program MAMA MAU NAIK KELAS (Madura Maju, Madura Unggul, Madura Naik Kelas) sebagai langkah strategis mempercepat peningkatan mutu pendidikan dan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Madura.

Program tersebut diluncurkan bersamaan dengan peresmian revitalisasi dan rehabilitasi sarana prasarana pada 60 SLB, SMA, dan SMK negeri maupun swasta se-Madura, yang dipusatkan di SMKN 2 Sampang, Selasa (3/3).

Khofifah menegaskan, MAMA MAU NAIK KELAS bukan sekadar slogan, melainkan gerakan terukur untuk mendorong Madura memiliki keunggulan kompetitif dan komparatif di bidang pendidikan.

Menurutnya, kemajuan daerah diukur melalui indikator global seperti penurunan kemiskinan, pertumbuhan ekonomi, kualitas layanan kesehatan, dan mutu pendidikan berdaya saing.

Program ini diarahkan untuk memperkuat literasi dan numerasi siswa sekaligus meningkatkan angka lulusan SMA/SMK yang melanjutkan ke perguruan tinggi. Sejumlah langkah strategis disiapkan, di antaranya penunjukan 12 SMA Negeri sebagai sekolah percontohan, pemetaan potensi siswa untuk Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), serta penguatan akademik menghadapi Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) melalui intensifikasi materi UTBK.

Asesmen dan try out UTBK-SNBT akan dilakukan berkala disertai analisis hasil guna meningkatkan kesiapan siswa. Khofifah juga mendorong kepala sekolah di Madura memiliki semangat kolektif mengantarkan lebih banyak siswa menembus perguruan tinggi negeri.

Sebagai bentuk afirmasi, Pemprov Jatim menyiapkan reward berupa tambahan revitalisasi infrastruktur bagi sekolah yang mampu meningkatkan capaian kelulusan siswa secara signifikan dibanding tahun sebelumnya.

Secara paralel, dilakukan revitalisasi pada 60 satuan pendidikan di empat kabupaten: Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep, dengan total anggaran Rp47,83 miliar. Program ini bertujuan meningkatkan kualitas, kenyamanan, dan keamanan lingkungan belajar serta mendukung pemerataan mutu pendidikan menengah dan pendidikan khusus.

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga menyerahkan bantuan pendidikan kepada 40 siswa berprestasi dari keluarga prasejahtera masing-masing Rp1 juta, serta bantuan 20 unit komputer untuk SMKN 2 Sampang.

Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Aries Agung Paewai, menegaskan program ini menjadi bagian akselerasi mutu akademik Madura pada 2026. Fokusnya meningkatkan jumlah dan persentase siswa Madura yang diterima di PTN melalui SNBP maupun SNBT, sekaligus membangun ekosistem pendidikan yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan**

(min/ais)