Program ini mendorong sekolah mengembangkan kegiatan pertanian, peternakan, dan perikanan sebagai bagian dari pembelajaran kontekstual bagi siswa.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai menyebutkan revitalisasi dan rehabilitasi ini merupakan program berkelanjutan Pemprov Jatim untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
Berdasarkan data Disdik Jatim, dari total 51 sekolah penerima program, 32 sekolah berada di Lamongan dengan anggaran sekitar Rp42,29 miliar, sementara 19 sekolah di Gresik dengan anggaran sekitar Rp27,4 miliar.
Pembangunan mencakup perbaikan ruang kelas, laboratorium komputer dan IPA, ruang administrasi, perpustakaan, toilet, hingga pembangunan ruang praktik siswa di SMK.
Sementara itu, Bupati Lamongan Yuhronur Effendi menyambut baik program tersebut dan menilai peningkatan sarana pendidikan akan berdampak pada kualitas sumber daya manusia. Ia menyebut Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Lamongan saat ini mencapai 76,8, berada di atas rata-rata provinsi Jawa Timur.
“Kami berprinsip tidak boleh ada anak Lamongan yang tidak sekolah,” ujarnya.
Usai peresmian, Khofifah juga menyerahkan bantuan sembako kepada petugas sekolah serta bantuan pendidikan kepada siswa prasejahtera**
(fir/min)





