Komitmen Perang Narkoba, Eri Cahyadi Dianugerahi Penghargaan BNN

Komitmen Perang Narkoba, Eri Cahyadi Dianugerahi Penghargaan BNN
Wali Kota Eri Cahyadi dianugerahi penghargaan dari Badan Narkotik Nasional (BNN) RI atas komitmennya memerangi peredaran narkoba di Kota Surabaya.

“Ini adalah motivasi bagi kami untuk terus memperkuat pengawasan dan edukasi di setiap sudut kota, hingga Surabaya benar-benar bersih dari penyalahgunaan narkotika,” ujarnya

Ia menjelaskan bahwa keberhasilan ini, didorong oleh pembentukan Tim Terpadu P4GN yang solid. Tim ini melibatkan lintas instansi, OPD terkait sesuai kewenangannya, serta organisasi masyarakat (Ormas) yang memiliki kepedulian tinggi pada aspek pencegahan dan rehabilitasi.

Adapun beberapa langkah strategis yang telah dilaksanakan Pemkot Surabaya di bawah koordinasi Bakesbangpol adalah melakuka edukasi kepada masyarakat di berbagai lapisan secara berkala, bekerja sama dengan BNNK Surabaya dan Plato Foundation untuk menyusun buku saku P4GN sebagai panduan bagi remaja dan orang tua.

Selain itu, pihaknya juga rutin melakukan tes urine untuk memastikan lingkungan kerja dan pemukiman tetap steril.

“Kami membentuk SDN Wonokusumo 1/40 sebagai sekolah “Panah Bersinar” (Prestasi, Aman, Nyaman, Agamis, Humanis, dan Bersih dari Narkoba), ini adalah inovasi kami untuk mencegah sedini mungkin,” terangnya.

Tundjung menambahkan, upaya khusus juga dilakukan untuk pemulihan kawasan yang selama ini dianggap rawan, seperti di Jalan Kunti, Kelurahan Sidotopo.

“Kami terus melakukan pemulihan berkelanjutan di Jalan Kunti agar kawasan tersebut benar-benar bertransformasi menjadi lingkungan yang bersih dari narkoba. Ini adalah prioritas kami dalam peta jalan Surabaya Bersinar,” tegasnya.

Selain Kelurahan Wonorejo, Tundjung memaparkan daftar Kelurahan Bersih Narkoba yang menjadi fokus penguatan sepanjang tahun 2025, antara lain, Putat Jaya, Banyu Urip, Gayungan, Menanggal, Dukuh Menanggal, Ketintang, Kebonsari, Pagesangan, Gunung Sari, Balongsari, dan Sidotopo.

Penghargaan ini, kata Tunjung, bukan finis melainkan motivasi tambahan bagi kami untuk terus menjaga anak cucu kita dari bahaya narkotika demi menyongsong Indonesia Emas 2045. (*)

Editor: Wetly